Pemerkosa Bocah SD Tak Kunjung Ditangkap, Ini Ultimatum 192 Ormas ke Polisi

Pelaku pemerkosaan terhadap bocah SD tak kunjung ditangkap membuat 192 ormas di Indonesia bergerak dan memberi ultimatum ke polisi.

Pemerkosa Bocah SD Tak Kunjung Ditangkap, Ini Ultimatum 192 Ormas ke Polisi
SURYA/SUTONO
Surat desakan yang dikirim 192 organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Jaringan Indonesia Beragam (JIB) ke Polres Jombang agar segera menangkap empat tersangka perkosaan atas bocah SD inisial ES (13), warga Kecamatan Wonosalam, Jombang. 

“Kami juga percaya Kepolisian RI mampu menjadi tempat mewujudkan harapan korban guna mendapatkan keadilan. Kegagalan dalam memproses kasus ini tidak hanya akan melukai rasa keadilan bagi perempuan, tetapi juga melukai kemanusiaan seluruh masyarakat Indonesia,” tandas JIB.

Dalam daftar 193 organisasi pendukung JIB, terdapat antara lain Aisyiah Jatim, Aisyiah Pusat, Aisyiah Sulsel,  AMAN Indonesia

LBH APIK Indonesia, Aliansi Pelangi Antar Bangsa (APAB) dan Kelompok Perempuan Cipayung (PMKRI, PMII, GMKI, GMNI).

Diketahui, bocah SD inisial ES (13), diantar keluarga melapor ke polisi mengaku diperkosa lima pemuda tetangganya sendiri, hingga hamil, Maret 2016 lalu. Saat itu usia kehamilan Warga Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang itu sudah mencapai 9 Bulan.

Dari keterangan Ibunda korban, tindakan para pemuda bejat itu bukan hanya dilakukan di rumahnya, namun juga di sawah. Kelima pelaku berkali-kali melampiaskan nafsu bejatnya dalam waktu yang berbeda.

ES lantas menyebut kelima pemerkosa itu, yang tak lain tetangganya sendiri. Yang pertama kali memerkosa IM (19). Saat itu, dia sedang sendirian di rumah, mendadak disergap IM.

Puas melampiaskan nafsunya, IM meninggalkan korban sembari mengancam agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun. ES mengira derita sudah sudah berakhir. Namun ternyata beberapa hari kemudian dia bertemu dengan ARS (18), di ujung jalan desa.

Saat bertemu itulah ARS mengajak korban melakukan hubungan badan. Ketika itu Fara menolak. Namun ARS mengancam akan membongkar hubungan terlarang antara korban dengan IM (pelaku pertama).

Mengetahui ancamannya mengena, pelaku kedua ini lantas menyeret korban ke sawah. Dalam rimbunan semak belukar, korban diperkosa. Pelaku ketiga AR (19). AR melampiaskan nafsu bejatnya di rumah korban. Modusnya juga sama, mengancam membongkar hubungan ES dengan IM.

Dua pelaku terakhir HR (18) dan UB (18). Dengan modus serupa dua remaja ini memperkosa ES. Namun lokasinya di rumah nenek pelaku, tetangga desa di Kecamatan Wonosalam.

Penulis: Sutono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help