Home »

Jatim

Pemprov Jatim Restui Taksi Online Asal Penuhi Syarat Ini

Menjamurnya taksi online dianggap sejumlah pihak bisa menjadi ancaman terhadap keberadaan taksi konvensional.

Pemprov Jatim Restui Taksi Online Asal Penuhi Syarat Ini
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menjamurnya taksi online dianggap sejumlah pihak bisa menjadi ancaman terhadap keberadaan taksi konvensional.

Tidak terkecuali keberadaan taksi online di Jawa Timur.

Namun, terkait hal itu Pemprov Jatim justru tidak mempermasalahkannya.

Kepala Dinas Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Kadishub LLAJ) Wahid Wahyudi menganggap keberadaan taksi online justru banyak membantu masyarakat.

"Kan sekarang lebih enak, tinggal telepon taksinya langsung datang di depan kita," kata Wahid kepada TribunJatim.com, Senin (20/3/2017).

Baca: Ini Permintaan Komisi DPRD Surabaya Tentang Penggusuran di Tambang Boyo

Namun menurut Wahid, taksi online adalah layanan umum yang juga harus menaati aturan-aturan yang sudah dibuat.

Sehingga, hal pertama yang harus mereka miliki adalah kendaraan yang sudah lolos uji kelayakan, atau uji kir.

"Mereka kan memberikan pelayanan kepada masyarakat, jadi kendaraanya harus layak untuk menjamin keselamatan penumpang," ujar Wahid

Selain itu, perusahaan taksi online juga harus menyetorkan data tentang jumlah kendaraan mereka, dan sopir yang mengoperasikannya.

"Selama ini pemerintah sulit mendapatkan data dari perusahaan yang menyediakan layanan taksi online tersebut," ucap Wahid.

Tidak hanya itu, Wahid juga meminta agar para sopir taksi online harus mempunyai Surat Izin Mengemudi kendaraan umum atau SIM umum.

"Pengemudi yang melayani umum, menurut undang-undang harus punya SIM umum," tambah Wahid

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help