Home »

Jatim

Soal Pembatasan Wilayah Operasional Taksi Online, Ini Kata Pemprov Jatim

Pemprov Jatim tampaknya tidak ingin melakukan pembatasan terlalu berlebihan terhadap operasional taksi online.

Soal Pembatasan Wilayah Operasional Taksi Online, Ini Kata Pemprov Jatim
TRIBUNSTYLE.COM
Ilustrasi taksi online 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meskipun dianggap meresahkan oleh sebagian pihak, namun Pemprov Jatim tampaknya tidak ingin melakukan pembatasan terlalu berlebihan terhadap operasional taksi online.

Termasuk dalam hal pembatasan wilayah operasi.

Itu seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Kadishub LLAJ) Wahid Wahyudi.

Menurutnya, pada dasarnya memang tidak ada aturan yang mengatur hal itu.

Baca: Azrul Ananda Tak Persoalkan Bonek Bawa Flare Saat Persebaya Lawan PSIS, Ini Alasannya

"Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 itu memang mengatur angkutan umum, tapi tidak dalam urusan trayeknya,"kata Wahid kepada TribunJatim.com, Senin (20/3/2017).

Sehingga, untuk angkutan taksi, termasuk taksi online menurutnya masih bebas untuk mengambil penumpang dimana saja.

"Masak taksi hanya melayani Wonokromo-Pahlawan saja. Kalau mau naik taksi, keliling Surabaya juga terserah penumpang,"ujar Wahid.

Bahkan, Wahid juga tidak melarang taksi online yang mengambil penumpang di depan terminal bus, atau terminal angkutan.

"Yang penting taat rambu, dan aturan yang berlaku. Kalau ada tanda stop ya jangan berhenti untuk mengambil penumpang," kata Wahid.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help