Warga Kali Tambang Boyo Surabaya Masih Ada yang Tolak Pindah ke Rusun, Ini Alasannya

Warga penghuni bangunan liar bantaran Kali Tambang Boyo, Tambaksari, Surabaya merasa keberatan direlokasi karena beberapa alasan.

Warga Kali Tambang Boyo Surabaya Masih Ada yang Tolak Pindah ke Rusun, Ini Alasannya
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Pendamping Warga, Wiji Utami di Gedung DPRD Surabaya usai gelar pendapat bersama Komisi B, Senin (20/3/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Warga penghuni bangunan liar bantaran Kali Tambang Boyo, Tambaksari, Surabaya merasa keberatan direlokasi karena beberapa alasan.

Warga rencananya akan direlokasi ke tiga Rusun yang sudah ditetapkan yaitu Rusun Romo Kalisari, Sememi, dan Gunung Sari.

Pendamping Warga, Wiji Utami menegaskan bahwa warga bersikeras tidak mau pindah karena Rusun yang disediakan susah untuk mencari penghasilan.

Adanya relokasi, ditakutkan oleh warga bantaran Kali Tambang Boyo yang kebanyakan bekerja sebagai kuli batu, tukang becak, dan pekerja serabutan akan kehilangan pekerjaannya.

Camat Tambaksari, Ridwan sendiri mengatakan bahwa pekerjaan warga dapat dikerjakan di sekitar tempat tinggal baru di Rusun.

Ia juga menjamin fasilitas warga akan dipindah ke Rusun termasuk pekerjaan dan pindah sekolah.

"Akan kami fasilitasi, yang sekolah sampai pindah. Kalau yang sedang UAS di Rusun ada bus sekolah," kata Ridwan pada wartawan, Senin (20/3/2017).

Dari pendataan yang dilakukan Kecamatan Tambaksari tercatat ada 16 keluarga yang ber-KK Surabaya, dari total 35 keluarga yang terdampak penggusuran.

Dari 16 KK itu, baru 6 KK yang bersedia pindah ke Rusun.

"Warga sudah membersihkan rumahnya biar nampak indah, tidak mengganggu sungai kenapa harus digusur. Padahal daerah lain yang lebih kumuh ada," kata Wiji di Gedung DPRD Surabaya.

Penulis: Nurul Aini
Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help