Aksi Pecah Kaca Rambah Malang, Uang 52 Juta Ludes dalam Hitungan Menit

Korban pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil sebuah karyawan perusahaan PT Gatra Mapan. Korban adalah Ahmad Saiful Bahri yang bekerja sebagai st

Aksi Pecah Kaca Rambah Malang, Uang 52 Juta Ludes dalam Hitungan Menit
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
MI, tersangka pencurian modus pecah kaca memragakan aksinya. 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Aksi pecah kaca di Malang, jawa Timur marajk lagi.

Korban pencurian dengan cara memecahkan kaca mobil sebuah karyawan perusahaan PT Gatra Mapan. Korban adalah Ahmad Saiful Bahri yang bekerja sebagai staf ahli direktur utama di PT Gatra Mapan.

Saiful menceritakan, dirinya masuk ke kawasan pendopo Kabupaten Malang untuk konsultasi pajak pada pukul 09.00. Pasalnya, ia meminta keringanan pajak yang semula di kisaran angka Rp 60 an juta menjadi Rp 52.805.000.

“Selesai konsultasi, saya menuju ke Bank BCA yang terletak di Jl Kawi untuk mengambil uang karena sudah ketemu angkanya,” kata Saiful, Selasa (21/3/2017)

Pada pukul 10.30, Saiful kembali ke pendopo dengan membawa uang sejumlah Rp 52.805.000. Uang itu ia taruh di bawah kursi depan sebelah kiri.

Saiful merasa tidak ada yang mengikutinya selama perjalanan dari bank ke Pendopo Kabupaten Malang di Jl KH Agus Salim No 7.

Pukul 11.00, Saiful tiba di pendopo dan memarkir mobil Mercedes Nopol L 1382 EG yang ia kendarai. Ia lantas masuk ke kantor Dispenda Kabupaten Malang. Namun ia meninggalkan uang yang baru saja ia ambil di dalam mobil. Uang itu letaknya tidak berubah.

Baca: Begini Cara Pelaku Curi Barang Lewat Pecah Kaca Mobil

Sekitar 15 menit kemudian, ia kembali ke mobil untuk mengambil uang. Namun ia dikagetkan dengan kondisi mobil yang kacanya sudah pecah di sebelah kiri mobil. Setelah diperiksa, ternyata uang yang berada di bawah kursi sudah hilang.

“Mau ambil uang, ternyata sudah hilang,” katanya.

Saiful mengaku tidak mengetahu aksi pelaku. Ketika kaca mobil mewah miliknya dipecah, ia juga tidak mendengar ada suara pecahan kaca. Mobil itu miliknya pribadi, sedangkan uang yang ia bawa adalah uang perusahaan. Ia pun langsung melapor ke petugas setempat atas kejadian yang ia alami.

Komandan jaga dari Satpol PP Kabupaten Malang Ngadiono mengatakan pihaknya baru mengetahui peristiwa itu setelah adanya laporan. Saat peristiwa, Ngadiono sedang melaksanakan salat sehingga ia tidak mengetahui persis kejadian. Setelah menerima laporan itu, Ngadiono langsung memberikan laoran ke Polsek Klojen. Saiful juga ikut ke Polsek Klojen.

“Di pendopo memang ada CCTV, tapi CCTV nya ada di dalam. Sedangkan CCTV yang berada di Bank Jatim (di dalam komplek pendopo) tidak bisa menangkap gambar saat terjadinya aksi pemecahan kaca,” katanya.

Informasi dari internet, PT Gatra Mapan adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang furniture yang terletak di Jl Tegal Mapan No 18 Pakis Jajar, Pakis, Kab Malang. PT Gatra Mapan memiliki nama resmi PT Galangcitramitra Majumapan. Perusahaan itu berdiri sejak 1984 yang sudah memiliki kemitraan dengan negara-negara di Benua Eropa, Amerika, Afrika dan Asia. (Surya/Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help