Banyuwangi Kembangkan Kombinasi Dream School Finlandia dan Religius

Banyuwangi mencoba untuk mengembangkan metode pengajaran, dengan mengadopsi metode Dream School dari Finlandia, yang dikombinasikan dengan aspek reli

Banyuwangi Kembangkan Kombinasi Dream School Finlandia dan Religius
TribunJatim/Haorrahman
Allan Schneitz, Chief Operation Officer (COO) Life Learn Finlandia, dan Sayed Hyder Ali, Chief Executive Officer (CEO) Milenia Akademi saat memberikan materi pada kepala sekolah dan guru di Banyuwangi 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Banyuwangi mencoba untuk mengembangkan metode pengajaran, dengan mengadopsi metode Dream School dari Finlandia, yang dikombinasikan dengan aspek religius.

Dream School yang dikembangkan di Finlandia, telah menjadi parameter metode pendidikan standart internasional. Harapannya metode ini bisa diadopsi pendidikan di Banyuwangi secara bertahap .

Banyuwangi mendatangkan Allan Schneitz, Chief Operation Officer (COO) Life Learn Finlandia, dan Sayed Hyder Ali, Chief Executive Officer (CEO) Milenia Akademi, untuk membagikan pengalaman pada kepala sekolah dan guru mulai tingkat pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA, di Banyuwangi, Selasa (20/3/2017).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sistem pendidikan Finlandia telah diakui dunia. Karena itu, diharapkan sistem pendidikan ini bisa secara perlahan diadopsi di Banyuwangi.

Anas mengatakan, sistem pembelajaran harus menggunakan pendekatan menyenangkan anak didik. Jadi anak yang berhasil bukanlah mereka yang banyak mendapatkan juara dan piala, tapi bagaimana anak dibangun kebahagiaanya, agar kreatifitasnya terus tumbuh dan berkembang.

"Cara pandang pendidikan seperti inil telah diterapkan di negara maju. Banyuwangi bisa memulai dengan selain membangun fisik, pengembangan sumber daya pengajarnya juga penting," jelas Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com.

Baca: Dalam Sepekan, Enam Daerah Belajar ke Banyuwangi, Ini Alasannya

Karena itu, cara pandang pengajaran juga harus berubah. Tujuan jangka panjangnya, agar anak-anak kelak bisa bersaing di dunia global.

Abdullah Azwar Anas mengatakan, sistem pengajaran dream school ini bisa diadopsi di Banyuwangi. Metode pendidikan yang menyenangkan, dan diiringi dengan penunjang perangkat teknologi.

Selain itu, juga dikombinasikan dengan aspek religius dan tradisi daerah pada anak-anak.
Bagaimana anak-anak dikenalkan pada teknologi yang mengasyikkan namun tidak lepas religius.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help