TribunJatim/

Gerakan Literasi Banyuwangi Raih Penghargaan Kemendikbud

Pemkab Banyuwangi mendapatkan anugerah Literasi Mitra Usaid Prioritas, dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemnterian Pendidikan d

Gerakan Literasi Banyuwangi Raih Penghargaan Kemendikbud
TribunJatim/Haorrahman
Suasana membaca di Perpusatakaan Banyuwangi. Budaya membaca membaca membuat Banyuwangi meraih penghargaan dari Kemendikbud 

 TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi mendapatkan anugerah Literasi Mitra Usaid Prioritas, dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemnterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Penghargaan tersebut tidak lepas dari upaya pemkab meningkatan budaya baca warganya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, anugerah ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah pusat atas kerja keras Banyuwangi yang terus mendorong siswanya mencintai budaya membaca.

“Apresiasi ini akan terus memotivasi kami untuk mengembangkan program-program literasi secara kreatif dan inovatif, khususnya bagi siswa,” kata Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com, Senin (21/3/2017).

Penghargaan ini diserahkan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, yang diterima langsung Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiono di Jakarta, Senin (20/3/2017). Penilaian tersebut melibatkan US Agency for International Development (USAID), yang merupakan badan pembangunan internasional Amerika Serikat.

Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com mengatakan, untuk menumbuhkan minat baca, Pemkab melakukan dua strategi, yakni penguatan kelembagaan dan pelibatan aktif publik.

Penguatan kelembagaan saah satunya dilakukan dengan membuat Perda Perpustakaan, yang mewajibkan adanya fasilitas taman bacaan atau sudut baca di tempat publik atau fasilitas umum, baik yang diselengarakan instansi maupun swasta.

"Perda tersebut juga mengatur setiap desa/kelurahan wajib mengalokasikan anggaran untuk pengadaan, pengelolaan, dan pengembangan perpustakaan desa/kelurahan, serta pemberian intensif bagi pengelola perpustakaan," jelas Abdullah Azwar Anas.

Baca: Anggaran Pendidikan Sulsel Rp 170 Miliar Diblokir Kemendikbud, DPD RI : Kami Siap Pasang Badan

Bahkan, pada tahun 2017 ini akan digelar Festival Sastra yang masuk dalam agenda Banyuwangi Festival. Festival yang digelar pada 26 -30 April ini tujuannya tak lain untuk merangsang minat anak muda pada sastra.

"Kalau difestivalkan yang dikemas dengan menarik, pasti akan tumbuh kecintaan pada sastra," ujarAbdullah Azwar Anas.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help