Home »

News

» Jakarta

Ketua KPAI Akan Temui Facebook Bahas Kasus Pedofilia, Ini Permintaannya

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan pihaknya akan bertemu bersama Facebook.

Ketua KPAI Akan Temui Facebook Bahas Kasus Pedofilia, Ini Permintaannya
KOMPAS.com/David Oliver Purba
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan pihaknya akan bertemu bersama Facebook guna membahas proteksi konten di platform media sosial tersebut.

Asrorun mengatakan di Kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017), bahwa pembahasan itu menyusul munculnya kasus kriminalitas terhadap anak yang berulang dengan menggunakan media sosial Facebook. Kasus terbaru ialah jaringan pedofil di grup Facebook "Official Loli Candy's Groups".

Baca: Saat Emak-emak Bersatu Ungkap Grup Pedofilia di Facebook Lewat WhatsApp

Grup itu memuat konten pelecehan dan pencabulan terhadap anak.

Asrorun menilai, Facebook harus bertanggung jawab sebagai platform media tersebut.

"Kami akan lakukan pertemuan segera. Kami akan panggil Facebook untuk berdiskusi sebagai salah satu bentuk perlindungan anak," ujar Asrorun.

Ia juga mendesak agar Facebook melakukan proteksi internal untuk mengawasi setiap akun dan konten yang disinyalir menyebarkan konten negatif.

Asrorun menilai, berulangnya kasus kriminalitas terhadap anak sebagai sebuah pembiayaran oleh Facebook.

Untuk itu, Asrorun meminta agar ada cyber patrol yang dilakukan Facebook guna meminimalisasi kejadian tersebut berulang.

"Pada masa yang akan datang, Facebook harus menjaga keamanan produknya dengan melakukan pengetatan proses aplikasi dan melakukan cyber patrol penggunaanya," ujar Asrorun.

Polda Metro Jaya telah membongkar tindak kekerasan seksual terhadap anak oleh komunitas pedofil yang tergabung dalam grup Facebook "Official Loli Candy's Groups" itu.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan sebelumnya menyampaikan, grup tersebut adalah komunitas pedofil yang saling berbagi konten pelecehan dan pencabulan terhadap anak-anak.

Anggota yang mengirimkan foto tindak kejahatannya kepada admin grup Facebook tersebut diberi Rp 15.000 setiap kali ada yang mengklik foto itu.

Polisi telah menangkap empat orang administrator grup itu.

(KOMPAS.com/David Oliver Purba)

Editor: Alga Wibisono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help