Luhut: Gugatan terhadap Kapal Pesiar Perusak Terumbu Karang di Raja Ampat Jalan Terus

Gugatan terhadap pemilik kapal pesiar Inggris yang ketahuan merusak terumbu karang seluas dua hectare di Raja Ampat, Papua. Selain menimbulkan kerugi

Luhut: Gugatan terhadap Kapal Pesiar Perusak Terumbu Karang di Raja Ampat Jalan Terus
Tribunjatim/Sutono
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menerima kenang-kenangan dari Kiai Muctar Muk'thi, mursyid tarikat Shidiqiyyah di Ponpes Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah, Desa Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur. 

 TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Gugatan terhadap pemilik kapal pesiar Inggris yang ketahuan merusak terumbu karang seluas dua hectare di Raja Ampat, Papua. Selain menimbulkan kerugian besar bagi Indonesia, juga bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang.

Pernyataan itu dilontarkan di Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan usai berkunjung ke deua pondok pesantren di Jombang, masing-masing Ponpes Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah, Ploso, dan Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Selasa (21/3/2017).

“Kita sudah panggil duta besar Inggris untuk Indonesia agar melanjutkan proses gugatan terhadap pemilik kapal pesiar,” tegas Luhut Binsar Panjaitan kepada TribunJatim.com .

Baca: Terumbu Raja Empat Dirusak Kapal Pesiar, Luhut Binsar : Tunggu Hasil Investigasi

Luhut Binsar Panjaitan juga mempertanyakan, kenapa kapal bisa berada di lokasi terumbu karang. “Dan mengapa kapal pesiar itu meninggalkan tempat begitu saja setelah terumbu karang rusak parah,” tanya Luhut Binsar Panjaitan.

Selain melanjutkan gugatan, Luhut juga memandang perlunya interospeksi kasus kerusakan terumbu karang di Raja Ampat. Saat ini, pihaknya tengah mereview atas ‘standard operating procedure’ (SOP) tentang penanganan terumbu karang, agar tidak terulang kasus serupa.

Disinggung perkembangan PT Freeport, Luhut menyatakan PT Freeport di Papua berjalan seperti biasa, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sedangkan soal rencana kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence ke Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan tidak berkaitan dengan persoalan PT Freeport.

“Banyak soal lain yang jauh lebih penting. Sebab AS sangat berkepentingan terhadap Indonesia yang merupakan negara dengan pemeluk Islam terbesar dan perekonomiannya cukup baik,” pungkas Luhut.(Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help