TribunJatim/
Home »

Jatim

Maraknya Berita Penculikan Anak, Warga Lamongan Dibuat Resah

Termasuk informari yang muncul sejak Kamis (6/3/2017) pukul 16.37 WIB di media sosial facebook, terungkap berita terkait maraknya penculikan anak. Ber

Maraknya Berita Penculikan Anak, Warga Lamongan Dibuat Resah
glocalkhabar.com
Ilustrasi penculikan 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Maraknya pemberitaan di media soal penculikan anak yang terjadi di wilayah Lamongan dan beberapa wilayah lain telah meresahkan kalangan orang tua.

Termasuk informari yang muncul sejak Kamis (6/3/2017) pukul 16.37 WIB di media sosial facebook, terungkap berita terkait maraknya penculikan anak. Berita tersebut berjudul "Di Lamongan Marak Penculikan Anak Balita".

Pengunggah berita penculikan anak balita tersebut adalah akun milik Pramxxxxxx Lamongan (alamat Jl. Kombespol Lamongan) dengan menyebarkan kiriman melui http://aslilamongan.com/2017/03/06/di-lamongan-marak-penculikan-anak-balita.

Berita penculikan anak balita tersebut 55 kali dibagikan dan menandai 34 akun lainnya. Selain memuat berita penculikan anak balita akun tersebut juga mengunggah gambar selebaran yang berisi pengumuman yang berisi para orang tua diminta waspada terhadap anak - anaknya yang masih berumur antara 1 tahun hingga 12 tahun.

Baca: Ternyata, Kabar Penculikan Anak di Pamekasan Hoax

Di dalamnya, diungkapkan, bahwa penculik sedang menyebar ke kampung - kampung dan pelaku menyamar sebagai penjual bel - om telolet, orang gila, ibu hamil dan pengemis. Melalui pengamatan di alamat tersebut (aslilamongan.com, red) tidak dijelaskan waktu, korban dan TKP.
Hanya menuliskan Lamongan Mmarak penculikan anak balita secara umum. Dan saat ini akun tersebut tidak bisa diakses alias error atau offlune.

Sementara itu, hingga Selasa (21/3/2017) siang tadi masih meluas informasi percobaan penculikan anak di wilayah Gumantuk, dan Ngayung Kecamatan Maduran.

"Ini berita hoax, masyarakat boleh waspada tapi jangan sampai memicu keresahan,"kata Kasubag Humas, AKP Suwarta kepada Tribunjatim.com.

Polisi kini kata AKP Suwarta sedang mengembangkan penyelidikan terkait banyaknya informasi bohong tentang penculikan anak.

Menurut Suwarta, peran media yang tidak terlebih dahulu melakukan cros check kebenaran di lapangan dan melakukan pemuatan berita dapat memperkeruh suasana dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Oni akan memicu keresahan di masyarakat, masyarakat mudah curiga terhadap orang lain. Puncaknya akan gampang main hakim sendiri yang berujung penganiayaan," kata AKP Suwarta kepada TribunJatim.com .

Mengantisipasi terjadinya kerawanan tersebut, hendaknya masyarakat tidak mudah percaya dengan isu yang belum tentu kebenarannya. Pihak kepolisian, yakni unit Intelkam Polres akan terus melakukan antisipasi agar agar informasi serupa yang menyesatkan itu tak lagi terulang.(Surya/Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help