TribunJatim/
Home »

Jatim

Mesum di Kamar Warung, Pegawai Honorer RS Lamongan Digerebek Satpol PP

Sk (42) salah satu pegawai honorer di sebuah Rumah Sakit di Lamongan benar - benar mencoreng nama lembaga tempatnya bekerja.

Mesum di Kamar Warung, Pegawai Honorer RS Lamongan Digerebek Satpol PP
Tribunnews
Ilustrasi. 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sk (42) oknum pegawai honorer di sebuah Rumah Sakit di Lamongan benar - benar mencoreng nama lembaga tempatnya bekerja.

Sk digerebek lantaran berbuat mesum dengan wanita bernama Tt (32) di sebuah kamar warung di Desa Balun Kecamatan Turi, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (21/3/2017).

Sebenarnya, warga sudah kerap melihat Skn bertandang ke warung milik Mh (55). Begitu Sk tiba, sesaat kemudian menyusul wanita paruh baya Tt.

Kecurigaan warga sekitar itu semakin meruncing karena diketahui Sk sering datang dan selalu ada wanita itu.

Warga geregetan, dan langsung melaporkan ke Satpol PP ketika keduanya ada di warung itu.
Korban yang sedang asyik masyuk dalam kamar hingga beberapa lama itu akhirnya digerebek Satpol PP.

Keduanya tertangkap, dan langsung digelandang ke Kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan.

Baca: Temukan Video Mesum Istri dan Tetangga, Hati Ys Hancur Berkeping-keping

Kasi Operasi dan Pembinaan Satpol PP, Bambang Yustiono menjelaskan, tertangkapnya pasangan mesum, salah satunya pegawai Rumah Sakit Lamongan di sebuah warung, setelah mendapatkan informasi dari warga setempat adanya warga yang bukan suami istri sedang masuk kamar warung.

"Informasi, warung itu sering digunakan untuk berbuat mesum," kata Bambang kepada TribunJatim.com .

Dari hasil pemeriksaan, Sk mengaku sering keluar masuk warung itu sekesar untuk melampiaskan nafsunya dengan wanita pasangannya.

Untuk sekali sewa kamar biayanya Rp 100 ribu. Untuk dua insan yang sedang dimabuk asmara ini, menurut Bambang, telah membuat surat pernyataan bermeterai dan bersedia menikahi.

Hasil pemeriksaan ini akan dilanjutkan ke pimpinan RS di Lamongan, tempat kerja Sholikin.

"Terkait sanksi, semua menjadi wewenang RS tempat kerja pak Sk," katanya.

Sementara pemilik warung juga membuat surat pernyataan karena sudah melanggar.

"Pemilik warung sudah melanggar Perda nomor 05 tahun 2007 tentang pemberantasan pelacuran di Lamongan,’’ kata Bambang kepada TribunJatim.com . (Surya/Hanif Manshuri)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help