Pasar Mau Disulap Jadi Ruang Terbuka Hijau, PKL Pamekasan Nekat Lakukan Tindakan Ini

Tahu pasar mau disulap menjadi ruang terbuka hijau, PKL di Pamekasan memilih melakukan tindakan nekat.

Pasar Mau Disulap Jadi Ruang Terbuka Hijau, PKL Pamekasan Nekat Lakukan Tindakan Ini
SURYA/MUCHSIN RASJID
Pedagang sedang mempersiapkan kios bongkar pasang, untuk berjualan kembali di pasar Sdangdang, Pamekasan yang akan dijadikan ruang terbuka hijau, Selasa (21/3/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Para pedagang kaki lima (PKL) kembali menempati bekas pasar Sdangdang, di Jalan Agussalim, Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan.

Padahal lokasi tersebut rencananya akan dibuat tamah kota, paska terbakarnya pasar Sdangdang, Jumat (29/1/2017) lalu.

Pemerintah setempat juga sudah melarang dan merelokasi ke Pasar Gurem, di Jalan Teja, Kelurahan Patemon, Pamekasan, yang sudah disediakan untuk mereka jauh sebelum Pasar Sdangdang terbakar.

Selain itu, bekas pasar Sdangdang akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) yang siap dibangun pada awal 2018 mendatang. Sebab masterplan dan anggarannya sudah ada tinggal dilelang.

Namun sejak dua hari ini, sedikitinya enam PKL sudah berjualan di lokasi itu dengan sistem kios bongkar pasang. Setiap harinya, antara pukul 14.00 hingga pukul 21.00.

Mereka yang kembali berjualan di loaksi itu, semuanya pedagang lama yang sudah direlokasi ke Pasar Gurem.

Menurut Hasyim (50), pedagang Sdangdang lama yang sudah direlokasi ke Pasar Gurem, kepada Tribunjatim.com, Selasa (21/32/2017) mengatakan, ia kembali berjualan di lahan bekas yang terbakar, karena sudah mendapat izin dari Kodim 0826 Pamekasan, untuk berjualan baju. Kebetulan lahan Sdangdang ini milik Kodim 0826 Pamekasan.

“Bongkar pasang kios ini kami lakukan karena kami trauma. Kalau kami membangun kios secara permanen, kami khawatir dibongkar lagi. Ini kami bisa nempati karena hanya sementara saja. Walau dengan sistem bongkar pasang ini berat bagi kami. Tapi demi mencari nafkah, terpaksa kami jalani,” ujarnya.

Ketua DPRD Pamekasan, Halili, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, ia baru mengetahui jika lokasi bekas pasar Sdangdang itu ditempati kembali pedagang.

Dikatakan, dirinya mendapat laporan dari sejumlah pedagang  Pasar Gurem, yang mengaku kecewa, kenapa mereka dibiarkan kembali lagi berjualan di lokasi itu. Tindakan merek berpengaruh terhadap menurunnya pembeli di Pasar Gurem.

Halaman
12
Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help