Arema

Pemain Arema Ini Nilai Kebijakan Marquee Player Jadi Pisau Bertama Dua

Pemain bintang Arema FC ini menilai regulasi marquee player atau pemain bintang bisa menjadi pisau bermata dua.

Pemain Arema Ini Nilai Kebijakan Marquee Player Jadi Pisau Bertama Dua
SURYA MALANG/HAYU YUDHA PRABOWO
Cristian Gonzales, striker Arema FC berebut bola dengan Novrianto, bek Semen Padang semifinal leg kedua Piala Presiden 2017 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (5/3/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Regulasi marquee player atau pemain bintang belakangan menjadi pembicaraan hangat dikalangan pecinta sepakbola Indonesia. Tak terkecuali oleh Arema dan Aremania.

Ada yang setuju dan ada pula yang tidak setuju. Seperti halnya pemain Arema FC, Sunarto.

Ia menuturkan, kehadiran marquee player seperti pisau bermata dua. Disatu sisi bisa saja menguntungkan, namun disisi lainnya bisa saja merugikan klub.

"Dari segi sponsor mungkin marque player bisa jadi memiliki nilai jual lebih," ucapnya, saat ditemui dikantor Arema FC Jalan Kertanegara, Kota Malang, Senin (20/3/2017).

Baca: Arema FC Tidak Butuh Marquee Player, Ini Alasannya

Sementara itu, untuk Arema Sunarto menilai saat ini sudah merupakan tim yang kompak.

"Mungkin kalo ada tambahan marquee player bisa lebih bagus lagi," tambahnya.

Namun, perlu seleksi ketat agar seandainya mengambil marquee player tidak salah.

Sementara Kapten Arema FC Johan Ahmat Alfarizie menyebut saat ini tim Singo Edan belum terlalu membutuhkan pemain berstatus marquee player untuk gelaran Liga 1.

Dia menyebut, regulasi tersebut boleh-boleh saja diterapkan di Indonesia. Namun harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan.

"Saya kira bagus saja regulasi seperti itu. Namun untuk saat ini mungkin Arema belum perlu marquee player, apalagi biaya yang diperlukan cukup besar," tegasnya.

Saat ini, komposisi pemain Arema FC saat ini sudah cukup bagus. Kualitas dari setiap pemain sudah cukup bagus dan sudah memenuhi kebutuhan Arema FC.

"Saat ini bagi saya Arema FC merupakan tim yang sudah terbentuk. Jadi daripada buang-buang uang lebih baik tidak usah. Pemain yang ada sudah cukup memiliki kualitas untuk liga 1. Mungkin hanya perlu peningkatan saja saat berlatih," jelasnya.

Alfarizie mengaku khawatir jika nantinya ada marquee player akan mengganggu harmonisasi tim yang sudah terbentuk. Sehingga keseimbangan tim akan terganggu dan berpengaruh pada penampilan di Lapangan.

"Sekarang Arema ini kan sudah jalan secara tim, seandainya nanti ketambahan pemain bintang dan dia tidak bisa menyatu dengan tim, justru bisa merusak tim itu sendiri. Apalagi jika dia nanti dia tidak berbaur dengan pemain lain, tentu hal itu akan mengganggu kestabilan tim," tegasnya. (Surya/Alfi Syahri Ramadana)

Penulis: Alfi Syhari Ramadana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help