SMAN 1 Kepanjen Sepenuhnya Mengandalkan PLN, Berharap Tidak Ada Bencana Alam

SMAN 1 Kepanjen menggunakan 168 komputer di empat laboratorium untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

SMAN 1 Kepanjen Sepenuhnya Mengandalkan PLN, Berharap Tidak Ada Bencana Alam
Tribunjatim/David Yohanes
Suasana UNBK di SMAN 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (10/4/2017). 

TRIBUNJATIM.COM,MALANG - SMAN 1 Kepanjen menggunakan 168 komputer di empat laboratorium untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Rinciannya, setiap laboratorium berisi 40 komputer utama dan dua komputer cadangan.
Selain itu, di setiap laboratorium juga ada satu server cadangan.

Untuk suplai listrik, pihak SMAN 1 Kepanjen sepenuhnya mengandalkan PLN.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini panitia UNBK SMAN 1 Kepanjen tidak menggunakan generator set (genset).

“Kalau tahun lalu memang kami sewa genset untuk antisipasi jika listrik PLN mati,” ujar Kepala SMAN 1 Kepanjen, Maskuri kepada TribunJatim.com, Senin (10/4/2017).

Maskuri beralasan, sewa genset sangat mahal. Untuk empat hari, biaya sewa mencapai Rp 70.500.000. Maskuri percaya, PLN punya komitmen untuk memastikan tidak ada pemadaman listrik.

Baca: Server UNBK Tidak Bisa Konek, Kasek SMAN 1 Kepanjen Malang Stress, Begini Akhirnya

Sebab sebelumnya sudah ada MoU dari tingkat pusat, Provinsi, kabupaten/kota, hingga ke tingkat kecamatan.

“Kalau tidak ada gangguan alam, kami yakin tidak akan ada pemadaman listrik,” tambah Maskuri.

Jika nantinya ada pemadaman, maka Maskuri sudah memikirkan solusi alternatif.
Salah satunya dengan mengikutkan para siswa ke UNBK susulan.

“Sebenarnya bisa ikut UN manual (berbasis) kertas. Tapi terlalu repot, lebih baik ikut UNBK susulan saja,” tandas Maskuri. (Surya/David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help