Home »

Jatim

Longsor Ponorogo

Tim Pencari Korban Longsor Sudah Pergi, Ini yang Diminta Warga

Misalnya ada longsor susulan atau banjir, tidak akan mengenai pemukiman warga dan fasilitas pemerintah seperti kantor desa, gedung sekolah dll.

Tim Pencari Korban Longsor Sudah Pergi, Ini yang Diminta Warga
ISTIMEWA
Eskavator milik Basarnas yang akan dipindahkan setelah proses pencarian 24 korban longsor di Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dihentikan Senin (10/4/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Tim pencari gabungan sudah meninggalkan lokasi bencana longsor di Desa Banaran, sejak masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 2 April hingga 15 April 2017, dihentikan.

Padahal warga Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo masih membutuhkan normalisasi kali di lokasi longsor, terutama di sektor D.

Kepala Desa Banaran, Sarnu, menuturkan, langkah itu perlu dilakukan agar saat terjadi bencana tanah longsor susulan atau banjir bandang terjadi, tidak akan mengubur rumah warga, fasilitas pemerintah, serta sekolahan yang berada di sektor D.

"Jadi misalnya ada longsor susulan atau banjir, tidak akan mengenai pemukiman warga dan fasilitas pemerintah seperti kantor desa, gedung sekolah dan polindes di dekat sektor D," kata Sarnu saat ditemui di rumahnya, Jumat (21/4/2017) sore.

Untuk mencegah terjadinya bencana akibat sedimentasi sungai, perlu dilakukan normalisasi sungai dengan menambah lebar dan menambah kedalaman sungai.

Sebab, lanjutnya, bila terjadi longsor susulan atau banjir bandang sungai saat ini tidak bisa menampung banyaknya material yang mengalir di sungai.

Sarnu menggatakan, dirinyabtelah menhampaikan persoalan itu kepada pemerintah kabupaten. Namun hingga saat ini normalisasi belum juga dilakukan.

Bahkan, Sarnu mengaku telah melakukan beberapa upaya dengan mengajak warga setempat untuk membersihkan kayu dan meterial yang menghambat laju aliran sungai.

Sarnu berharap, pemerintah segera merespons dan segera melakukan normalisasi sungai. Sebab, warga yang memiliki rumah di sekitar sektor D merasa khawatir bila terjadi longsor susulan dan banjir bandang.

Untuk diketahui, pada Rabu (19/4/2017) lalu sempat terjadi banjir bandang dan menimbun dua rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, karena pemilik rumah sudah mengungsi.

Di sekitar sektor D tepatnya di Dusun Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, terdapat Kantor kelurahan,TK, SD dan 11 rumah warga yang sewaktu-waktu bisa terkena banjir apabila sungai meluap akibat tertutup material longsoran. (Surya/Rahadian Bagus P)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Adi Sasono
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help