TribunJatim/

Warga Gunung Lawu Tolak Eksploitasi Geothermal Pertamina

Rencana PT Pertamina Geothermal Energi (GE) mengebor Gunung Lawu untuk menambang energi panas bumi (geothermal) untuk pembangkit listrik, bakal ditent

Warga Gunung Lawu Tolak Eksploitasi Geothermal Pertamina
TribunJatim/Doni Prasetyo
Spanduk penolakan PT Pertamina Geothermal Energy (GE) menambang energi panas bumi (geothermal) di Gunung Lawu bertebaran dimana mana dikawasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Rencana PT Pertamina Geothermal Energi (GE) mengebor Gunung Lawu untuk menambang energi panas bumi (geothermal) untuk pembangkit listrik, bakal ditentang warga di kawasan Gunung Lawu.

Bahkan, konon warga akan mempertahankan kelestarian Gunung Lawu sampai titik darah penghabisan.

"Kelestarian lingkungan Gunung Lawu sudah rusak. Makanya, kalau di bor diambil energi panas bumi (geothermal) apa tidak tambah rusakGunung Lawu," kata Suloso, Ketua Linmas Dusun Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan kepada TribunJatim.com, Jumat (21/4/2017).

Ia katakan, hutan Gunung Lawu yang lebat, dalam satu dasa warsa ini, banyak berubah menjadi lahan pertanian. Otomatis dengan perubahan hutan itu, mempengaruhi persedia air didalam perut Gunung Lawu. Padahal air dari Gunung Lawu itu dibutuhkan warga di wilayah Karesidenan Madiun.

"Sekarang ini aja debit air di Sarangan sudah mengecil, apa nanti kalau di bor dan diambil energi panas bumi, airnya tidak tambah kecil dan mati. Makanya kita menolak untuk eksploitasi sumbar panas bumi di Gunung Lawu. Apa pun yang terjadi kita menolak," ujar Suloso kepada TribunJatim.com.

Dikatakan Suloso, warga Cemorokandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah didukung Bupati Karanganyar Yuliatmo, menolak keberodaan pengeboran geothermal yang dilakukan PT Pertamina itu.

Baca: Ini Dia, 2 Wisata Alam Baru yang Akan Dibuka di Gunung Lawu

"Bupati Karanganyar Pak Yuliatmo mengikuti kemauan warganya yang berada di Gunung Lawu. Kalau warganya menolak, Bupati Yuliatmo juga menolak. Makanya beberapa waktu lalu saat demo gabungan penolakan pengeboran geothermal warga Jawa Tengah paling kencang bersuara menolak,"kata Suloso.

Hal yang sama juga dikatakan Kobianto, tokoh masyarakat Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Bahkan, Kobianto akan berupaya pegeboran yang dilakukan PT Pertamina Geothermal Energi (GE) tidak terjadi, apapun dilakukannya.

"Kita tetap menolak eksploitasi energi panas bumi (geothermal) di Gunung Lawu. Kami tidak ingin Gunung Lawu rusak, apa pun alasannya, kami tetap menolak, apapun yang terjadi. Ini tanah kami,"kata mantan anggota DPRD Kabupaten Magetan ini.

Informasi yang dihimpun Surya dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten Magetan, upaya pengeboran yang dilakukan PT Pertamina GE untuk pembangkit listrik dengan energi panas bumi itu sudah sejak 2010 lalu. Namun, ditolak warga Gunung Lawu, baik yang berada di Jawa Timur maupun Jawa Tengah.

"Kami (BLH) ke Jakarta, bersama Bagian Sumber Daya Alam (SDA) dan Komisi D (bidang pembangunan) DPRD Kabupaten Magetan menanyakan perihal pengeboran geothermal yang dilakukan PT Pertamina untuk pembangkit listrik. Mungkin nanti akan melakukan sosialisasi di wilayah Jatim dan Jateng," kata Kepala BLH Pemerintah Kabupaten Magetan Bambang Setiawan kepada TribunJatim.com , Jumat (21/4-2017). (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help