TribunJatim/

Warga Belum Mendapat Ganti Rugi Pasca Bocornya Tangki Semen Milik PT Merak Jaya Beton

Ratusan warga Dusun Grompol, Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri menuntut ganti rugi pasca rugi pasca kebocoran tangki zelo semen mi

Warga Belum Mendapat Ganti Rugi Pasca Bocornya Tangki Semen Milik PT Merak Jaya Beton
Surya/Mohammad Romadoni
Motor tertutup semen akibat bocor 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Ratusan warga Dusun Grompol, Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri menuntut ganti rugi pasca rugi pasca kebocoran tangki zelo semen milik PT Merak Jaya Beton kemarin lalu.

Mereka menuntut PT Merak Jaya Beton bertanggung jawab terkait bocornya tangki yang dipakai untuk mencampur bahan cor itu yang berdampak pada polusi di lingkungan setempat. Sehingga butiran semen yang tertiup angin itu memenuhi rumah warga.

Namun patut disayangkan pihak perusahaan yang bermarkas di Kota Pahlawan itu hingga kini tak menggubris bahkan terkesan mengabaikan. Akibatnya, sampai sekarang warga yang terkena dampak polusi belum menerima ganti rugi seperserpun.

Kepala Desa Ngebrak, Saeruji menjelaskan pihaknya sudah melakukan langkah untuk memperjuangan nasib warganya agar secepatnya dapat memperoleh haknya. Menurutnya, melalui Ketua RT pihaknya telah mendata setiap warga untuk diusulkan mendapat ganti rugi.

"Totalnya ada ada 132 kepala keluarga dari RT I, II dan III yang terkena imbas bocornya tangki semen," ujar Saeruji saat ditemui SURYA di kediamannya, Rabu (17/5/2017).

Saeruji mengatakan besarnya nilai nominal ganti rugi bervariatif antara Rp 750.000 sampai Rp 1.500.000. Itu ditentukan dari pada jarak rumah warga dengan lokasi kejadian. Besarnya nominal itu muncul setelah dilakukan kajian bersama Ketua RT dan warga setempat yang akhirnya sepakat untuk nilai ganti rugi.

Dikatakannya, adapun rumah dan bangunan berstatus ring satu yakni delapan rumah di RT 1, 30 rumah di RT II dan satu rumah di RT III. Kemudian, pada ring dua terdapat 28 bangunan rumah di RT I dan di RT II ada 29 rumah warga. Ring III terdapat 22 di RT I, sembilan rumah di RT II dan lima rumah di RT III.

Adapun rincian ganti rugi meliputi RT I sebesar 55.550.000, RT II Rp 80.750.000
dan RT III senilai Rp 5.250.00. Untuk jumlah total ganti rugi yakni sebesar Rp 141.550.000.

"Tentunya dampak kerusakan akibat polusi itu akan berbeda. Untuk ring I adalah rumah warga yang berada persis di samping pabrik. Sedangkan untuk ring dua dan tiga jaraknya agak jauh dari lokasi kejadian," ungkapnya.

Dari investigasi SURYA, PT Merak Jaya Beton menyewa lahan tanah kas desa Ngebrak seluas kurang lebih 6000 meter persegi. Tadinya, lahan itu adalah area persawahan yang di reklamasi menjadi bangunan untuk pembuatan bahan cor.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help