TribunJatim/
Home »

Jatim

Istana Gebang, Wisata Sejarah Favorit di Blitar, Sehari Ada 700-an Wisatawan Berkunjung

Selain Makam Bung Karno, Istana Gebang masih menjadi tempat wisata sejarah favorit di Kota Blitar. Tiap hari, rata-rata terdapat 300-700 wisatawan ber

Istana Gebang, Wisata Sejarah Favorit di Blitar, Sehari Ada 700-an Wisatawan Berkunjung
Surya/ Samsul Hadi
Pengunjung melintas di depan bangunan rumah induk di Istana Gebang, Kota Blitar, Kamis (18/5/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Selain Makam Bung Karno, Istana Gebang masih menjadi tempat wisata sejarah favorit di Kota Blitar. Tiap hari, rata-rata terdapat 300-700 wisatawan berkunjung ke tempat wisata yang berada di Jl Sultan Agung No 59, Lingkungan Gebang, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar itu.

“Kalau akhir pekan dan hari libur nasional, jumlah pengunjungnya bisa mencapai 2.000-an orang,” kata Juru kunci Istana Gebang, Bambang In Mardiono (72), kepada Surya, Kamis (18/5).

Istana Gebang merupakan rumah peninggalan Raden Soekemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai, orangtua Bung Karno, presiden pertama RI. Bung Karno kecil sempat tinggal di rumah itu. Pada 2012, Pemkot Blitar membeli rumah tersebut kemudian digunakan untuk tempat wisata sejarah. “Resmi dikelola Pemkot mulai 7 Januari 2012,” ujar Mbah Gudel, panggilan akrab Bambang In Mardiono.

Bangunan Istana Gebang masih terlihat kokoh hingga sekarang. Rumah itu awalnya milik pegawai kereta api asal Belanda bernama Ch Portier. Rumah tersebut dibangun pada 1887 bersamaan dengan pembangunan Stasiun Kota Blitar. Istana Gebang berdiri di atas tanah seluas lebih kurang 17.000 meter persegi.

Terdapat sembilan bangunan di kompleks Istana Gebang. Pertama bangunan cikal bakal rumah yang berada di sisi kiri bagian depan. Di sampingnya terdapat rumah induk atau rumah utama. Rumah utama ini yang dulu menjadi tempat tinggal Bung Karno waktu kecil.

Bangunan rumah induk lumayan luas dengan ukuran 9m x 24m yang memiliki dua ruang keluarga di bagian depan dan tengah. Ruang keluarga ini sekarang untuk menaruh perabotan peninggalana orangtua Bung Karno. Mulai meja kursi, lemari, dan foto-foto keluarga Bung Karno.

Rumah induk memiliki lima kamar, empat di sisi kiri dan satu di sisi kanan. Satu kamar di sisi kanan itu merupakan kamar Bung Karno.

Isi di dalam kamar juga masih komplet hingga sekarang. Di dalam kamar terdapat tempat tidur besi yang merupakan peninggalan orangtua Bung Karno. Di dua kamar khusus perempuan juga masih terdapat kaca rias. Termasuk di kamar orangtua Bung Karno, yang berada di bagian paling belakang. Di kamar orangtua Bung Karno ini terdapat tongkat peninggalan Bung Karno. Tongkat itu merupakan souvenir yang didapat Bung Karno dari Persatuan Pemuda India pada 14 November 1952.

“Tongkat Bung Karno ini menjadi salah satu primadona di Istana Gebang. Banyak wisatawan yang berfoto di dekat tongkat. Selain tongkat, biasanya pengunjung suka berfoto di mobil Mercy milik Bung Karno yang ada di belakang,” kata Mbah Gudel, yang merupakan lulusan Sarjana Filsafat UGM pada 1986 itu.

Di belakang rumah induk, terdapat bangunan pendamping untuk kepentingan rumah tangga termasuk dapur. Bangunan pendamping ini memiliki empat kamar. Sekarang, bangunan pendamping digunakan untuk memamerkan produk UMKM di Kota Blitar.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help