TribunJatim/

Penebang Pohon Sengon Gunung Klotok Disidang di Pengadilan Militer

Oknum TNI yang menebang pohon sengon penghijauan di kawasan Gunung Klotok, Kota Kediri berkas perkaranya telah disidangkan di Pengadilan Militer III -

Penebang Pohon Sengon Gunung Klotok Disidang di Pengadilan Militer
TribunJatim/Didik Mashudi
Barang bukti pohon sengon penghijauan yang ditebang di kawasan Gunung Klotok diangkut truk. 

TRIBUNJATIM.COM,KEDIRI - Oknum TNI yang menebang pohon sengon penghijauan di kawasan Gunung Klotok, Kota Kediri berkas perkaranya telah disidangkan di Pengadilan Militer III - 13 Madiun.

Kasus ini telah menyeret Serma Wl sebagai terdakwa. Terdakwa telah menebang 9 pohon sengon yang diperuntukkan penghijauan di Gunung Klotok.

Informasi yang dihimpun Tribunjatim.com, kasus penebangan pohon penghijauan di Gunung Klotok ini terungkap setelah Serma Wl menjual kayu kepada seseorang.

Pohon sengon penghijauan ini tumbuh di tanah yang merupakan aset Pemkot Kediri. Namun lahan untuk pemakanMan Tionghwa ini banyak yang telah dikapling warga untuk perumahan.

Menurut penjelasan Lurah Pojok Erli Maya, kasus yang terjadi pada pertengahan Januari 2017 itu bermula dari laporan warga. Saat itu Serma Wl hendak menebang pohon penghijauan Gunung Klotok.

"Saya sudah melarang tidak boleh menebang pohon karena asetnya Pemkot Kediri. Namun setelah saya cek ke lokasi ternyata pohonnya sudah ditebangi dan diangkut truk," jelas Erli Maya.

Baca: Sering Marah Lihat Abdul Pulang ke Surabaya, Sang Ibu Shock Dengar Putranya Itu Tewas Tenggelam

Untuk penebangan pohon sengon itu dijual seharga Rp 2 juta. Pohon sengon yang ditebang diameternya 50 dan 59 cm. Pohon-pohon ini ditanam untuk penghijauan kawasan Bong Cino Gunung Klotok.

Kasus penebangan pohon sengon itu kemudian ditangani petugas Detasemen Polisi Militer (Den POM) Kediri.

Rencananya sidang kedua kasus penebangan pohon penghijauan ini bakal digelar lagi pada 29 Mei 2017 mendatag. Agendanya mendengarkan penjelasan saksi dari Kantor BPKAD Kota Kediri dan Perhutani.(Surya/Didik Mashudi )

Penulis: Didik Mashudi
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help