TribunJatim/

Bulog Menekan Harga Bawang Merah dan Bawang Putih di Tulungagung, Ini Caranya

Gerakan Stabilisasi Pangan yang dilakukan Bulog Sub Divisi Regionel Tulungagung menekankan pada komoditi bawang merah dan bawang putih. Sebab dua kom

Bulog Menekan Harga Bawang Merah dan Bawang Putih di Tulungagung, Ini Caranya
Surya/David Yohanes
Upaya mengendalikan harga yang dilakukan Bulog Sub Divre Tulungagung,d dengan menggelar operasi pasar di Pasar Senggol, Kecamatan Kedungwaru. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Gerakan Stabilisasi Pangan yang dilakukan Bulog Sub Divisi Regionel Tulungagung menekankan pada komoditi bawang merah dan bawang putih. Sebab dua komoditi ini yang tengah mengalami kenaikan harga.

Menurut Wakil Kepala Bulog Sub Divre Tulungagung, Chory Illa Syahidda, tahun lalu nyaris tidak ada lonjakan harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Kuncinya adalah menjaga jumlah pasokan barang di pasar. Selain itu, gula menjadi perhatian utama karena harganya meningkat tajam.

“Tahun lalu gula yang harganya Rp 16.000, kami jual Rp 12.000. Akibatnya hampir tidak terjadi kenaikan harga, dan inflasi juga bisa dikendalikan,” ujar Chory Illa Syahidda, saat menggelar operasi pasar di Pasar Senggol, Kecamatan Kedungwaru, Jumat (19/5/2017).

Saat ini harga bawang merah di pasar mencapai Rp 22.000 per kilogram. Sementara Bulog menjual dengan harga Rp 20.000 per kilogram. Sedangkan harga bawang putih di pasar sekitar Rp 42.000 hingga Rp 44.000 per kilogram.

Bulog akan menjual dengan harga Rp 38.000 per kilogram. Namun saat ini stok bawang merah sedang kosong, dan baru tiba pada hari Rabu (24/5). “Bulog memang hadir untuk menekan harga,” ucap Chory.

Selain melakukan operasi pasar berpindah-pindah, komiditi yang sama juga dijual di dua Bulogmart. Satu di kantor Bulog di Jalan Ki Mangunsarkoro, dan satu lagi di Jalan Mayjen Sungkono. Bulog Sub Divre Tulungagung yang membawahi Blitar, Tulungagung dan Trenggalek juga mempunyai 129 Rumah Pangan Kita (RPK).

Bulog menunjuk 10 di antaranya untuk terlibat dalam Gerakan Stabilisasi Pangan. Maisng-masing 5 RPK di Tulungagung, 4 RPK di Blitar dan satu RPK di Trenggalek.

Baca: 76.000 Warga Kabupaten Jombang Belum Pegang e-KTP, Ini Akar Masalahnya

“Khusus untuk beras tidak ada masalah, karena program Beras Sejahtera (Rastra) masih berjalan,” tambah Chory Illa Syahidda.

Untuk komoditi beras, Bulog kini sudah berorientasi pada profit. Karena itu Bulog hanya menjual beras kualitas medium dan premium. Untuk medium dijual Rp 8.500 per kilogram dan premium dijual Rp 9.300 per kilogram.

“Total target penjualan tahun ini sekitar 56.000 ton. Sekitar 20.000 ton adalah beras kualitas premium,” tandas Chory.(Surya/David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help