TribunJatim/

ITS Surabaya Akan Beri Label 'Halal' pada Produk Minuman Buatan Warga Eks Lokalisasi Dolly

Namun, universitas negeri di Surabaya ini akan membuat gebrakan baru, dimana label "Halal" ini menggunakan versi kampus.

ITS Surabaya Akan Beri Label 'Halal' pada Produk Minuman Buatan Warga Eks Lokalisasi Dolly
TribunJatim.com/Ndaru Wijayanto
Setiawan menyampaikan tentang label "Halal" versi ITS saat Prescon di Humas Pemkot, Jumat (19/05/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Biasanya yang berwenang memberi label "Halal" pada produk makanan dan minuman adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Namun, universitas negeri di Surabaya ini akan membuat gebrakan baru, dimana label "Halal" ini menggunakan versi kampus.

Ialah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

ITS Surabaya rencananya akan memberikan label "Halal" kepada produk minuman di eks lokalisasi Dolly.

Baca: Menteri Pertanian Pastikan Harga Bawang Putih Berkisar Rp 10.000 - Rp 30.000 Jelang Ramadhan

Produk pertama yang menjadi percontohannya adalah produk minuman rumput laut.

Kepala Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS, Setiawan, akan segera melaksanakan program tersebut dan dijamin bebas biaya alias gratis.

"ITS berencana memberikan label "Halal" kepada produk minuman buatan warga di eks lokalisasi Dolly secara gratis, label "Halal" ini versi ITS bukan MUI," jelas Setiawan, Jumat (19/05/2017).

Walau "Halal" versi ITS Surabaya, Setiawan mengaku bahwa label "Halal" ini sudah pernah ditinjau langsung oleh MUI.

Baca: Gak Mau Kalah Sama Tim Dance dan Vokal, Trainee Produce 101 Season 2 Grup Rap Juga Tampil Keren Abis

Sehingga ia menyakini bahwa label "Halal" milik ITS Surabaya juga bisa diperhitungkan.

"Tahun 2016, kita sudah mengundang MUI untuk meninjau langsung label "Halal" ini, dan tidak ada masalah," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Namun, ia berharap ke depannya, seluruh produk di eks lokalisasi Dolly bisa mendapat label tersebut.

"Harapan kita semua produk yang ada di Dolly bisa kita beri label "Halal" apalagi ini gratis karena tidak semua orang mampu membayar label "Halal" versi MUI," tuturnya saat Prescon di Humas Pemkot Surabaya.

Penulis: ndaru wijayanto
Editor: DWI PRASTIKA
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help