TribunJatim/

Santri Tenggelam

Kenangan Keluarga Soal Royyi Amanullah Sebelum Meninggal, Suaranya Merdu Saat Pimpin Istighosah

Keluarga tidak memiliki firasat apapun atas kematian Royyi Amanullah Rusydi.

Kenangan Keluarga Soal Royyi Amanullah Sebelum Meninggal, Suaranya Merdu Saat Pimpin Istighosah
TRIBUNJATIM.COM/SUNDAH BAGUS WICAKSONO
Suasana rumah satu diantara santri tenggelam di bekas galian, Muhammad Royyi Amanullah Rusydi, Jalan Jemur Wonosari Gang Lebar Nomor 138, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/5/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sundah Bagus Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keluarga tidak memiliki firasat apapun atas kematian Muhammad Royyi Amanullah Rusydi.

"Tidak ada firasat sama sekali baik saya sendiri atau keluarga yang lain," ujar sepupu Rusydi, Pipit kepada TribunJatim.com, di rumah duka Jalan Jemur Wonosari Gang Lebar Nomor 138, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (18/5/2017) malam.

Selain itu, Pipit menambahkan, kemarin saat akan ujian nasional Rusydi sempat memimpin Istighosah bersama anak-anak warga sekitar.

"Enak sekali suaranya saat didengar, merdu," imbuh Pipit dengan mata berkaca-kaca.

Selain itu, Rusydi lebih dikenal dengan postur tubuhnya yang mungil, tidak seperti sauadara-saudaranya yang lain yang memiliki postur badan tinggi.

"Saya pernah dengar dia bicara sama ibunya, Umi kenapa saya kok enggak gede-gede, belikan obat apa gitu biar bisa tumbuh gede kayak kakak-kakak, Ya Allah saya kasihan banget kalau ingat," lanjut Pipit sedikit sesenggukan menahan tangis.

Pipit yakin kematian sepupunya, Rusydi meninggal dengan syahid.

Ini karena, Rusydi meninggal saat malam Jumat dan meninggal saat menimba ilmu di pondok.

Yang keluarga korban kagumi dan benar-benar bisa ikhlas merelakan adalah pertama korban meninggalnya pas malam Jumat, lalu kedua meninggalnya saat proses menimba ilmu apalagi sedang mondok.

Halaman
12
Penulis: Sundah Bagus Wicaksono
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help