TribunJatim/

Lanjutkan Jembatan Brawijaya Kediri, Tunggu Surat Presiden

Pemkot Kediri, Jawa Timur telah menyiapkan anggaran untuk meneruskan pembangunan Jembatan Brawijaya. Namun kelanjutan pembangunan masih menunggu balas

Lanjutkan Jembatan Brawijaya Kediri, Tunggu Surat Presiden
TribunJatim/Didik Mashudi
Jembatan Brawijaya Kota Kediri bakal mangkrak lebih lama karena ada masalah hukum yang belum tuntas, Sabtu (18/2/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemkot Kediri, Jawa Timur telah menyiapkan anggaran untuk meneruskan pembangunan Jembatan Brawijaya. Namun kelanjutan pembangunan masih menunggu balasan surat dari Presiden.

"Surat ke Presiden sudah kami kirim. Malahan sudah ada menteri yang datang melihat ke sini. Kalau sudah ada lampu hijau akan kita kerjakan," jelas Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri menjawab Tribunjatim.com, Jumat (19/5/2017).

Diakui Walikota, masalah Jembatan Brawijaya karena masih ada permasalahan hukum yang belum selesai. Diharapkan masalah hukum itu sudah dapat di card off.

Apalagi sebelumnya juga telah ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sehingga pemeriksaannya juga sudah sampai pada saat ini saja dan proyek jembatan dapat dilakukan lelang lagi.

"Kami berterima kasih dengan adanya pejabat dari kementerian yang datang ke Kediri," ungkapnya.
Dikatakan Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mas Abu itu, saat dulu berkirim surat ke Presiden yang membalas suratnya Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung Wibowo.

Baca: VIDEO: Kebakaran di Jalan Nelayan, Surabaya Hanguskan Empat Rumah

"Sampai sekarang kami juga masih menunggu lagi balasannya," tambahnya. Dua pejabat menteri yang datang serta melihat kondisi Jembatan Brawijaya di Kota Kediri yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono dan Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung Wibowo.

Kedua menteri itu sempat singgah sekitar 10 menit untuk melihat langsung kondisi Jembatan Brawijaya yang telah mangkrak selama 4 tahun. Kunjungan dilakukan usai melakukan ground breking Jembatan Ngadiluwih - Mojo, Senin (15/5/2017).

Pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri sudah mangkrak sejak 2013. Masalahnya, pembangunan jembatan sempat diperiksa penyidik tipikor Polres Kediri Kota.

Namun di tengah jalan penyidikan kasusnya diambil alih Direskrimsus Polda Jatim.
Terkait dengan gugatan PT Fajar Parahyangan pelaksana proyek yang telah diputus kontraknya, Pemkot Kediri masih meminta fatwa lagi kepada MA.

Karena putusan MA, salah satu isinya diselesaikan dengan anggaran dan kontraktor lama. Padahal untuk melaksanakan proyek harus dilakukan melalui mekanisme lelang dengan anggaran yang baru.

Pembangunan Jembatan Brawijaya, Kota Kediri terpaksa mangkrak 4 tahun. Proyek ini semula dikerjakan PT Fajar Parahyangan (FP) dari Bandung.

Namun Pemkot Kediri telah memutus kontrak PT FP. Karena tidak terima, PT FP kemudian mengajukan gugatan Badan Arbitrase Nasional. Hasilnya turun putusan MA yang memperbolehkan PT FP melanjutkan proyeknya.

Pengerjaan proyek jembatan saat ini sudah mencapai 80 persen.(Surya/Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help