TribunJatim/

Menteri Pertanian Gelontor 71 Ton Bawang Putih di PIOS

Melonjaknya harga bawang putih jelang bulan suci Ramadhan disikapi cepat oleh pemerintah pusat. Hari ini, Jumat (19/5/2017), Kementerian Pertanian men

Menteri Pertanian Gelontor  71 Ton Bawang Putih di PIOS
surya/Fatimatuz Zahroh
Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, didampingi Kapolda Jawa Timur dan Wagub Jawa Timur saat melakukan operasi pasar bawang putih di PIOS, Jumat (19/5/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Melonjaknya harga bawang putih jelang bulan suci Ramadhan disikapi cepat oleh pemerintah pusat. Hari ini, Jumat (19/5/2017), Kementerian Pertanian mengadakan opereasi pasar dengan menggelontor 71 ton bawang putih di Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS).

Warga maupun pedagang diberi kesempatan untuk membeli bawang putih dengan harga murah. Mulai Rp 10.000 per kilogram hingga Rp 23.000 per kilogram bawang putih.

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman mengatakan, tahun ini memang ada gejolak harga nawang putih. Saat ini pemerintah mencoba menstabilkan harga dengan mencari pengusaha nakal yang melakukan penimbunan.

"Kita berupaya untuk melakukan stabilisasi harga dengan melakukan operasi pasar. Sekarang kita sedang upayakan gelontor 9000 ton bawang putih untuk operasi pasar di seluruh Indonesia," kata Amran.

Dengan harga operasi pasar maksimal Rp 23.000 per kilogram, maka diprediksi harga sampai di konsumen akan berkisar maksimal Rp 30.000 perkilogram bawang putih.

Pihaknya menegaskan akan melakukan pengawasan ketat dan juga penindakan jika diketahui ada pedagang nakal yang menaikkan harga barang secara berlebihan. Tim satgas dari kementerian bekerjasama dengan kepolisian setempat akan mengsusut pedagang sampai tempat kulakan barang.

"Importirnya yang akan kita sanksi. Jadi kita akan runut dari mana barang didatangkan, dan importirnya akan kita kenakan sanksi hingga tidak boleh berjualan di Indonesia," ulasnya.

Ia menurutkan, dua minggu lalu pihaknya sudah melakukan sidak dan menemukan harga bawang putih sampai Rp 45.000 perkilogram. Tim segera gerak cepat dan menemukan penimbunan di Tanjung Priok.

"Kita sudah tahan tiga orang tersangka dan memberikan sanksi pada impirtir untuk tidak boleh berdagang bawang putih lagi di Indonesia. Dan lima jam setelah penangkapan langsung ada penurunan sampai Rp 25 ribu," ujarnya.

Menurutnya, setelah Jakarta dibereskan maka wilayah di Bandung dan sekitarnya sudah teratasi. Sedangkan di Jawa Timur, Surabaya dijadikan patokan. Jika operasi pasar di sini berhasil akan mampu menstabilkan harga bawang putih di Jawa Timur.

Baca: Song Joong Ki Dikabarkan Beli Rumah Baru dengan Harga Fantastis, Netizen Syok Lihat Penghasilannya

"Ke depan kita juga akan melakukan penanaman bawang putih dengan lahan 5000 hektar. Semoga tiga tahun lagi kita sudah bisa swasembada bawang putih," katanya. Bagi importir juga diwajibkan untuk menanam bawang sebanyak 10 persen dari penjualan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf mengatakan apresiasi atas langkah dari kementerian.

"Kita juga akan pantau. Dengan kerjasama dengan kapolda, akan melakukan penindakan kalau ada penimbunan," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul ini. Ia menjamin pasokan di Jawa Timur aman hingga pasca lebaran. (Surya/Fatimatuz Zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help