TribunJatim/

Overload, Pemkab Madiun Batasi Izin Pembangunan Toko Modern Berjaringan

Pemerintah Kabupaten Madiun, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi sedang menyusun peraturan untuk membatasi izin pembangunan toko mod

Overload, Pemkab Madiun Batasi Izin Pembangunan Toko Modern Berjaringan
IST
Ilustrasi 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi sedang menyusun peraturan untuk membatasi izin pembangunan toko modern berjaringan.

"Kami sedang membuat kajian dengan Bappeda, idelanya ada berapa toko modern berjaring sesuai dengan jumlah penduduk per kecamatan. Itu masih dirumuskan," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Anang Sulistyono, Jumat (19/5/2017).

Dikatakannya, Dinas Indakop Kabupaten Madiun sudah tidak memeberikan izin pendirian toko modern berjaringan di beberapa kecamatan di Kabupaten Madiun.

"Misalnya di Kecamatan Mejayan, kami sudah tidaj mengeluarkan izin lagi. Di Kecamatan Mejayan sudah ada 10 minimarket, dan kami anggap sudah overload," katanya.

Dikatakannya, selain tidak lagi memberi izin mendirikan toko modern berjaring di beberapa kecamatan, Dinas Indakop juga tidak memberikan izin perpanjangan terhadap enam toko modern berjaring.

"Ada enam yang izinnya tidak boleh diperpanjang. Di Kecamatan Pagotan ada dua toko, di Kecamatan Dolopo ada empat toko, karena berdekatan dengan pasar tradisional," katanya.

Baca: Ada Kebakaran di Jalan Nelayan, Awalnya dari Meteran Listrik Lalu . . .

Enam toko yang izinnya tidak diperpanjang itu, mendirikan toko modern berjaring sebelum dikeluarkannya peraturan daerah nomor 4 tahun 2013 tentang penataan dan pembinaan Pasar Tradisional, Pusat perbelanjaan dan Toko Modern.

Sebab, sesuai dengan perda tersebut, toko modern berjaring diperbolehkan dibangun dengan jarak minimal 500 meter dari pasar tradisional.

Untuk diketahui, saat ini di Kabupaten Madiun terdapat 36 toko modern berjaring yang berizin. (Surya/Rahadian Bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help