TribunJatim/

Polres Kediri Ragukan Izin HO PT Merak Jaya Beton

Menanggapi pasca bocornya tangki semen milik PT Merak Jaya Beton polisi Polres Kediri mulai turun tangan.

Polres Kediri Ragukan Izin HO PT Merak Jaya Beton
Surya/Mohammad Romadoni
Motor tertutup semen akibat bocor 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Menanggapi pasca bocornya tangki semen milik PT Merak Jaya Beton polisi Polres Kediri mulai turun tangan.

Sejumlah penyidik Pidsus Satraskrim Polres Kediri diterjunkan untuk mencari informasi dari masyarakat terkait proses pendirian pabrik tersebut.

Kanit Pidsus Satraskrim Iptu Kanit Igo Azar Akbar mengatakan telah meminta keterangan dari warga setempat terkait krononologi berdirinya pabrik pembuatan bahan cor itu.

Dari hasil sementara keterangan warga pihaknya menemukan adanya kejanggalan dari proses perizinan pendirian pabrik.

Misalnya, perizinan Hinder Ordonantie (HO) yang syaratnya atas persetujuan dari warga setempat.

"Tapi pada saat awal perizinan HO, sebetulnya warga tidak setuju pendirian pabrik tersebut. Namun informasi yang kami dapat bahwa pabrik telah memiliki izin HO," ujar Iptu Kanit Igo Azar Akbar saat temui di lokasi, Jumat (19/5/2017).

Azar menjelaskan sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan terkait status perizinan pabrik. Sebab pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari para warga setempat.

"Warga tidak dilibatkan dan tak merasa dimintai persetujuan terkait pendirian pabrik. Jadi kami merasa saat proses perizinan HO ada kejanggalan," ungkapnya.

Baca: Polisi Gerebek Gudang yang Memproduksi Garam Oplosan di Probolinggo

Untuk diketahui warga Dusun Gompol Desa Ngebrak,Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri sempat menolak berdirinya pabrik bahan cor milik PT Merak Jaya Beton satu lalu tahun.

Namun tanpa sepengetahuan warga tiba-tiba pabrik tersebut sudah berdiri.

Warga akhirnya berdemo dan meminta pabrik itu untuk di tutup setelah peristiwa bocornya tangki semen. Debu semen yang terbawa angin itu menimpa atap rumah warga dan menimbulkan polusi lingkungan. (Surya/ Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help