TribunJatim/

Santri Tenggelam

Saat Dengar Kabar Shollahuddin Achmad Gara-gara Tenggelam, Ibunya Dalam Kondisi Begini

Ibu satu di antara santri tenggelam di bekas galian Shollahudin Achmad (15), Roma ternyata sedang mengandung saat tahu kabar anaknya meninggal.

Saat Dengar Kabar Shollahuddin Achmad Gara-gara Tenggelam, Ibunya Dalam Kondisi Begini
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Lima orang laki-laki sedang duduk di depan tempat tidur yang akan digunakan meletakkan jenazah satu di antara santri tenggelam di bekas galian, Shollahuddin Achmad (15), saat disemayamkan di rumah duka, Jalan Gebang Wetan Nomor 11, Gebang Putih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (18/5/2017) malam. 

Lantai TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ibu satu di antara santri tenggelam di bekas galian Shollahudin Achmad (15), Roma ternyata sedang mengandung saat tahu kabar anaknya meninggal.

Mendengar kabar anaknya tiba-tiba meninggal membuat Roma syok dan terkejut.

Gara-gara melihat kondisi Roma syok berat banyak kerabatnya yang mengingatkan untuk tabah agar kondisinya jangan sampai drop.

Jika kondisi badannya drop akan juga berpengaruh pada kandungannya.

"Seng sabar, seng tabah. Iling anakmu iku (yang sabar, yang tabah. Ingat anakmu itu)," ujar seorang wanita yang mengaku bibi dari korban kepada Roma yang hanya duduk du lantai bersandar di kursi, di rumah duka Jalan Gebang Wetan Nomor 11, Gebang Putih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (18/5/2017) malam.

Jenazah Sholla panggilan akrab Shollahudin Achmad dijadwalkan akan segera tiba di rumah duka.

"Sepertinya akan segera tiba," kata seorang keluarganya.

Jika telah datang jenazah Sholla akan langsung disholatkan kemudian segera dimakamkan.

Sebelumnya, enam santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin, Kabupaten Gresik tewas di lahan bekas tambang di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kamis (18/5/2017).

Kejadian tragis ini berawal ketika sekitar 300 orang santri dari salah satu Ponpes terbesar di Gresik yang berada di Jalan KH Syafii, Desa Suci Kecamatan Manyar tersebut mengadakan outbond di lahan bekas tambang di desa setempat, yang berada di dekat lokasi pondok.

Saat itulah, tiba-tiba ada sejumlah santri yang nekat menceburkan tubuhnya ke telaga bekas tambang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, ada tujuh santri yang menceburkan diri ke telaga.

"Nah, saat nyebur ke bekas tambang itulah, enam orang santri meninggal dunia," ujar seorang saksi.

Dari enam korban meninggal, sudah ada lima jenazah santri yang dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help