TribunJatim/

Santri Tenggelam

VIDEO: Jenazah Royyi Amanulloh Rusydi, Korban Tenggelam di Bekas Galian Dimakamkan

Jenazah Muhammad Royyi Amanulloh Rusydi (15) telah sampai di rumah duka, Jalan Jemur Wonosari Gang Lebar Nomor 147 N, Wonocolo, Surabaya.

VIDEO: Jenazah Royyi Amanulloh Rusydi, Korban Tenggelam di Bekas Galian Dimakamkan
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Jenazah Abdul Rohman Nafis, Santri Yang Tenggelam di Gresik Tiba di Rumah Duka sekitar pukul 21.30 WIB pada Kamis (18/5/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sundah Bagus Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jenazah Muhammad Royyi Amanulloh Rusydi (15) telah sampai di rumah duka, Jalan Jemur Wonosari Gang Lebar Nomor 147 N, Wonocolo, Surabaya, Kamis (18/5/2017) sekitar pukul 22.30 WIB.

Terlihat jenazah langsung dibawa masuk ke dalam rumah untuk dibacakan ayat-ayat Al Qur'an serta di doakan.

Setelah selesai, jenazah yang telah dimasukkan dalam peti berbalut kain hijau berlafadzkan "Innalillahi wa innailaihi rojiuun" dan diberi kalungan bunga dibawa ke halaman rumah untuk disaksikan oleh para tetangga.

Dalam adat Jawa jika jenazah akan dimakamkan, modin atau pengurus jenazah akan menanyakan kepada para tetangga atau warga sekitar baik atau buruk perilaku jenazah semasa hidup.

"Sae nopo awon (bagus atau jelek)?," teriak modin kepada para warga.

"Sae," warga serentak menjawab.

Kemudian peti jenazah dibawa ke Masjid At-Taqwa, dekat rumah korban untuk disalatkan untuk selanjutnya dimakamkan di TPU Jalan Jemur Wonosari Gang Lebar, Wonocolo, Surabaya.

Sebelumnya, Rusydi adalah satu diantara enam santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Sholihin, Kabupaten Gresik tewas di lahan bekas tambang di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kamis (18/5/2017).

Kejadian tragis ini berawal ketika sekitar 300 orang santri dari salah satu Ponpes terbesar di Gresik yang berada di Jalan KH Syafii, Desa Suci Kecamatan Manyar tersebut mengadakan outbond di lahan bekas tambang di desa setempat, yang berada di dekat lokasi pondok.

Saat itulah, tiba-tiba ada sejumlah santri yang nekat menceburkan tubuhnya ke telaga bekas tambang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ada tujuh santri yang menceburkan diri ke telaga.

"Nah, saat nyebur ke bekas tambang itulah, enam orang santri meninggal dunia," ujar seorang saksi.

Saat ini, dari enam korban meninggal, sudah ada lima jenazah santri yang dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik.

Penulis: Sundah Bagus Wicaksono
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help