TribunJatim/

KM Mutiara Sentosa 1

DVI Polda Jatim Siapkan Posko Aduan Buat Keluarga Korban Meninggal di Pelabuhan Tanjung Perak

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim menyiapkan posko pengaduan untuk korban meninggal terbakarnya KM Mutiara Sentosa 1.

DVI Polda Jatim Siapkan Posko Aduan Buat Keluarga Korban Meninggal di Pelabuhan Tanjung Perak
SUrya/Aflahul Abidin
Lokasi posko pengaduan untuk korban meninggal yang dibuat DVI Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak, Sabtu (20/5/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim menyiapkan posko pengaduan untuk korban meninggal terbakarnya KM Mutiara Sentosa 1.

Posko aduan sudah disiapkan sejak pukul 08.00 WIB. Hingga siang hari, belum ada aduan dari keluarga ke posko tersebut.

Menurut Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, AKBP drg Muhammad Ony Suwarsono mengatakan, pihaknya juga akan menyediakan dua ambulans untuk menjemput korban yang meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang ia terima, ada lima korban meninggal dalam tragedi tersebut.

"Proses identifikasi disiapkan di RS Bhayangkara. Sudah disiapkan juga lima peti jenazah. Nanti ambulans standby setelah magrib karena informasi rombongan penumpang sampai antara pukul 10 sampai 11 malam," katanya, Sabtu (20/5/2017).

Itu pun, lanjut dia, berdasarkan informasi yang diterima, jenazah korban meninggal tidak diberangkatkan bersama para rombongan selamat.

Empat dari lima korban itu, kata dia, sudah terindentifikasi secara kasat mata. Itu berdasarkan informasi yang diterima dari lokasi kejadian.

Satu korban meninggal belum teridentifikasi. Meski begitu, semua korban akan diidentifikasi untuk memastikan kevalidan identitas.

Baca: KM Mutiara Layak Jalan, Sebelum Berlayar Usai Uji Petik

"Dari lima korban ini semua laki-laki. Empat sudah ada namanya. Kami belum katakan itu valid. Valid 80 persen, iya. Tapi belum 100 persen," kata dia.

Pihaknya masih membuka informasi-informasi lain terkait jumlah korban. Ini karena masih ada kesimpangsiuran, yakni antata 186 dan 193 orang.

"Kita masih tunggu informasi keberanannya," pungkasnya. (Surya/ Aflahul abidin)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help