TribunJatim/
Home »

Jatim

Polisi Gerebek Markas Polisi Gadungan, Hasilnya Mencengangkan

Petugas Satreskrim Polres Blitar Kota menggerebek rumah kontrakan di Dusun Cangkring, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jawa Ti

Polisi Gerebek Markas Polisi Gadungan, Hasilnya Mencengangkan
Surya/ Samsul Hadi
Teguh, memakai seragam polisi berpangkat Ipda saat tiba di Mapolres Blitar Kota. Barang-barang yang disita polisi dari rumah kontrakan milik Teguh. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Petugas Satreskrim Polres Blitar Kota menggerebek rumah kontrakan di Dusun Cangkring, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (20/5/2017).

Rumah kontrakan tersebut ditengarai sebagai markas anggota polisi gadungan.

"Kami mengamankan tiga pria dan dua perempuan di rumah kontrakan itu. Sekarang masih proses pemeriksaan," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti seragam dinas di rumah kontrakan itu. Antara lain, seragam dinas polisi lengkap dengan pangkat Inspektur Dua (Ipda), seragam Dinas Perhubungan, dan seragam celana Satpol PP.

Beberapa pasang sepatu panjang, sabuk, rompi, dan sebuah air soft gun juga ikut disita polisi dari rumah kontrakan.

Adapun tiga pria yang dibawa ke Mapolres Blitar Kota, yakni, Acmad Teguh Nur Ruhmansyah (26), Desa Madiopuro Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Sisdiyanto (26), warga Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang dan Viqi Kurnia Awaludin (30), warga Desa Bentek Selatan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Dalam pemeriksaan polisi menyebutkan, Teguh sebagai pemilik seragam dinas polisi, sedangkan Sisdiyanto pemilik seragam celana Satpol PP. Untuk seragam pegawai Dishub milik Viqi.

"Dugaan sementara otaknya Teguh. Sebab dua pria lainnya malah mengaku setor uang ke Teguh. Misalnya si Viqi, dia sudah setor uang ke Teguh Rp 85 juta, janjinya akan dimasukkan sebagai pegawai Dishub di Sidoarjo," ujar AKP Heri Sugiono.

Dikatakan AKP Heri Sugiono, ketiga pria tersebut masih menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Polisi akan mendalami kasus itu. Sebab, belakangan ramai kasus orang yang mengaku sebagai polisi gadungan yang digunakan untuk tindak penipuan.

"Pekan ini juga ada perempuan dari Srengat yang lapor kena gendam Rp 150 juta. Nanti korban akan kami panggil untuk dicrosscheck dengan pelaku ini," tandas AKP Heri Sugiono.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help