Polisi Grebek Sebuah Rumah di Kawasan Sidodadi, Surabaya, Ternyata Rumah Itu Menyimpan Barang Ini

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menangkap seorang pria berinisial AM (62).

Polisi Grebek Sebuah Rumah di Kawasan Sidodadi, Surabaya, Ternyata Rumah Itu Menyimpan Barang Ini
TRIBUNJATIM.COM/SUNDAH BAGUS WICAKSONO
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga (dua dari kiri) didampingi Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan, Ketahanan Pangan Kota Surabaya, Aris Munandar (dua dari kanan) memamerkan barang bukti berupa sirip-sirip hiu koboi dan membuka karung yang berisi ratusan sirip hiu anakan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sundah Bagus Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menangkap seorang pria berinisial AM (62).

Dia ditangkap polisi karena menjual dan mengolah sirip ikan hiu di sebuah rumah Jalan Sidodadi Gang IX, Simokerto, Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (17/6/2017).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga memperoleh informasi adanya usaha penjualan dan pengolahan sirip hiu ilegal ini dari warga sekitar rumah itu dan kemudian polisi langsung menggrebek tempat itu.

"Dari banyak temuan sirip olahan, satu diantaranya adalah sirip milik hiu jenis koboi, dimana jenis ini tercatat sebagai hewan dilindungi oleh pemerintah yaitu Kementerian Perikanan dan Kelautan," ujar Shinto di lokasi kejadian.

Selain sirip hiu koboi, juga ditemukan beberapa rangka hiu gergaji beserta cucut gergajinya dan sirip hiu hitam.

AM menyuplai sirip-sirip hiu ini dari dalam kota dan luar kota seperti Kenjeran, Brondong, Lamongan, hingga Flores, Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, kata Shinto, ditemukan juga olahan perut ikan kakap, kerang mutiara, dan beberapa olahan laut lainnya.

"Dalam konteks ini pelaku usaha melakukan pengemasan dan jual beli yang tidak berlabel izin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), inilah yang menjadi alasan lain sirip-sirip hiu ini kami amankan," katanya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, pelaku usaha dikenai undang-undang persangkakan yakni Pasal 92 UU RI Nomor 54 Tahun 2009 tentang Perikanan dan Kelautan karena tidak memiliki izin memperjualbelikan barangnya serta Pasal 143 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Izin Edar Pangan Dalam Kemasan karena telah melanggarnya (tidak memperbarui izin/kadaluwarsa).

Penulis: Sundah Bagus Wicaksono
Editor: Edwin Fajerial
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help