TribunJatim/

Bentuk Tim Verifikasi Cagar Budaya, Enam Nama ini Digandeng Pemkot Pasuruan

Saat ini, tim verfikasi cagar budaya sudah dirumuskan, hanya menunggu keputusan atau SK dari Wali Kota.

Bentuk Tim Verifikasi Cagar Budaya, Enam Nama ini Digandeng Pemkot Pasuruan
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Gedung P3GI di Kota Pasuruan, Selasa (20/6/2017). Demi mematangkan Kota Pasuruan sebagai Kota Pusaka, Pemkot menunjuk enam nama untuk verifikasi cagar budaya. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pemkot Pasuruan sudah mengajukan 155 bangunan sebagai cagar budaya ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan awal bulan lalu.

Rencananya, 20 bangunan diantaranya akan dijadikan sebagai obyek budaya. 

Kendati demikian, hingga saat ini, proses verifikasi untuk ditetapkan sebagai cagar budaya itu belum bisa dilakukan karena belum mengantongi kekuatan hukum tetap.

Untuk memiliki kekuatan hukum, Pemkot harus membuat tim verifikasi cagar budaya.

Saat ini, tim verfikasi cagar budaya sudah dirumuskan, hanya menunggu keputusan atau SK dari Wali Kota Pasuruan, Setiyono.

Baca: PT KAI Siapkan Angkutan Motor Gratis untuk Pemudik dari Blitar, Catat Jadwalnya

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Suhariyanto menyampaikan, ada enam nama sebagai anggota dari tim verifikasi cagar budaya.

Keenam nama itu nantinya akan diajukan ke Wali Kota Pasuruan, Setiyono untuk disahkan dalam bentuk surat keputusan (SK). 

“Setelah disahkan Wali Kota, tim verifikasi akan menverifikasi sejumlah obyek bangunan yang diajukan. Selanjutnya obyek bangunan akan disahkan sebagai obyek budaya dalam bentuk perda. Ada 155 bangunan sebagai cagar budaya dan 20 bangunan diantaranya ditetapkan sebagai obyek budaya,” kata Suhariyanto, Selasa (20/6/2017).

Dari keenam nama tim verifikasi cagar budaya itu, kata dia, dua diantaranya berasal dari luar Kota Pasuruan.

Yakni, posisi sejarawan akan diisi oleh dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Professor Aminuddin Kasdi dan posisi arkeolog diisi oleh arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya  (BPCB) Trowulan, Rizki Susantini. 

Baca: Waspada Aksi Balasan Teroris, Polisi di Madura Lakukan Taktik ini

Empat posisi lainnya adalah budayawan, ahli hukum, planologi serta arsitektur yang berasal dari lingkungan Pemkot Pasuruan.

“Kami telah menetukan nama-nama untuk enam posisi sebagai tim verivikasi cagar budaya. Untuk posisi arkeolog dari balai cagar budaya sementara untuk sejarawan, kami sudah mengajukan pemintaan pada Unesa,” tegas Suhariyanto. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help