TribunJatim/

Program Sekolah 8 Jam Sehari Dibatalkan Jokowi, Jusuf kalla: Perlu Dikaji Ulang

Pemerintah perlu mengkaji ulang penerapan program sekolah 8 jam sehari. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Program Sekolah 8 Jam Sehari Dibatalkan Jokowi, Jusuf kalla: Perlu Dikaji Ulang
KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla Ketika Ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (30/5/2017). 

TRIBUNJATIM.COM - Pemerintah perlu mengkaji ulang penerapan program sekolah 8 jam sehari yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Permendikbud itu mengatur mengenai kebijakan penguatan pendidikan karakter yang mengubah waktu sekolah menjadi 5 hari dan 8 jam per hari.

"Bukan berarti programnya dihilangkan, tapi perlu dikaji pilihan-pilihan apa yang bisa diterapkan dan juga perlu persiapan," ujar Kalla saat memberikan keterangan usai menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Polri di PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (20/6/2017).

Kalla menuturkan, secara umum program dari Kemendikbud tersebut memiliki konsep yang baik.

Baca: Organisasi Islam Ini Tak Setuju Pemerintah Batalkan Kebijakan Sekolah 8 Jam

Meski demikian, pemerintah menyadari bahwa penerapan program tersebut harus dipersiapkan lebih dulu.

Sebab, kata Kalla, belum semua sekolah siap dalam menjalankan program tersebut.

"Semua langkah-langkah yang melibatkan jutaan orang, kurang lebih 50 juta siswa perlu persiapan yang baik," kata Kalla.

"Secara umum konsepnya baik. Tapi ada hal-hal yang harus disesuaikan hari ini. Kami kaji pokoknya, apa ada perubahan. Perlu dipersiapkan muridnya, gurunya, keluarganya, dan masyarakatnya. Yang sudah siap silakan jalan," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help