TribunJatim/

Semarak Ramadan

Telat Bagikan THR, Perusahaan Wajib Beri Tambahan Lima Persen pada Karyawannya

Perusahaan yang memberikan THR-nya melebihi batas waktu akan terkena sanksi administratif yaitu membayar 5% lebih besar dari THR yang sudah ditetapkan

Telat Bagikan THR, Perusahaan Wajib Beri Tambahan Lima Persen pada Karyawannya
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Presdir Maspion Group, Alim Markus dan Wagub Jatim, Saifullah Yusuf seusai acara buka puasa bersama, Selasa (20/6/2017). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo atau Pakde Karwo sudah menerbitkan surat edaran sejak tanggal 29 Mei 2017 terkait batas waktu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja atau buruh oleh masing-masing perusahaan.

Seperti diketahui, batas waktu pemberian THR kepada pekerja atau buruh adalah H-tujuh sebelum Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 25 Juni 2017 atau dapat diartikan batas waktu pemberian THR adalah tanggal 18 Juni 2017.

"Kemarin masih ada 35, tapi tadi 30 perusahaan melaporkan sudah selesai. Jadi tinggal lima perusahaan yang belum memberikan THR kepada karyawannya," ujar Kepala Disnakertrans Jatim, Setiajit, Selasa (20/6/2017).

Ia mengatakan akan terus mendampingi lima perusahaan yang belum memberikan THR tersebut agar secepatnya memenuhi kewajibannya.

Baca: Ditanya Soal Lokasi Rawan H-7 Lebaran, Jawaban Kapolrestabes Surabaya Bikin Ambil THR Jadi Tenang

"Mudah-mudahan besok sudah selesai," ucapnya ketika mendampingi Wagub Jatim, Saifullah Yusuf di acara buka puasa bersama Presdir Maspion Group, Alim Markus.

Setiajit mengatakan perusahaan-perusahaan yang memberikan THR-nya melebihi batas waktu akan terkena sanksi administratif yaitu membayar 5% lebih besar dari THR yang sudah ditetapkan.

"35 perusahaan tersebut ya harus membayar 5% lebih besar dari peraturan THR yang sudah ditetapkan," tambahnya.

Namun Setiajit mengungkapkan, bahwa ada beberapa perusahaan yang tetap membayar THR sesuai penetapan awal walaupun pemberiannya telat.

Baca: Tak Mau Bayar THR, Televisi Nasional ini Dilaporkan Karyawan ke Disnaker

"Kadang-kadang karyawan itu enak. Mereka nerimo (terima) saja walaupun tidak ada tambahan lima persennya, yang penting THR-nya turun," ungkap Setiajit.

Saat ini, ada 39 posko di Jawa Timur untuk melaporkan jika ada perusahaan yang belum memberikan THR kepada karyawan.

"38 ada di setiap kabupaten kota dan 1 ada di kantor Disnakertrans Jatim di Jalan Dukuh Menanggal, Surabaya," tutur Setiajit.

Baca: Lebaran Tinggal Menghitung Hari, DPRD Jatim Siap Terima Aduan Karyawan yang Belum Terima THR

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help