TribunJatim/

Tersangka Proyek Pembangunan RSUD Magetan Bertambah

Nama-nama tersangka baru ini terungkap dari pengakuan terdakwa, Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK).

Tersangka Proyek Pembangunan RSUD Magetan Bertambah
Ilustrasi Korupsi 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Tersangka kasus pembangunan instalasi rawat inap (IRNA) VI RSUD dr Sayidiman, Magetan 2010 senilai Rp 1,9 miliar bakal bertambah, Selasa (20/6/2017).

Meski kasus ini sudah menyeret lima orang tersangka dari pelaksana tugas, kontraktor dan makelar proyek yang kini disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Dari tiga nama yang disebut dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan Eko Wahyu Prayitno, dua orang sudah berstatus tersangka dan seorang merupakan nama baru seorang kontraktor.

Satu nama ini terungkap dari pengakuan terdakwa Rochmat, Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK).

Baca: Setya Novanto Datang ke Magetan, Ratusan Pohon Jadi Korban

Ketiga nama itu, ialah dr Dwityosunu Kunprastito mantan Dirut RSUD dr Sayidiman, Magetan, Drs Ehud Alawy Plt Dirut RSUD dr Sayidimankedua ini sudah ditetapkan tersangka sejak 2014 oleh Polres Magetan saat Kapolres setempat dijabat AKBP Riky Haznul, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Satu nama baru seorang kontraktor yang diungkap dari pemeriksaan tersangka Rochmat, yakni Suyitno, Dirut PT Awan Megah yang merupakan kooporasi CV Jaya dan PT Awan Megah.

Informasi yang dihimpun Surya, PT Awan Megah ini dikenal di Magetan milik pengusaha besar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang SPBU -nya tersebar di wilayah Magetan.

Namun, dalam surat dakwaan JPU di sidang Pengadilan Tipikor, Surabaya, tidak jelas nama Suyotno sebagai Dirut PT Awan Megah.

Baca: Usai Gladi Bersih, Jalan Tol Ngawi-Kertosono Siap Difungsikan, Hanya Saja?

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help