TribunJatim/

Kebakaran di Surabaya

Kadis Ardi Gemetar lalu Terpaku Lihat Kantornya Tinggal Puing-puing

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Muh Ardi Prasetyawan hanya berdiri kaku saat melihat kantornya tinggal puing-puing setelah dilalap si

Kadis Ardi Gemetar lalu Terpaku Lihat Kantornya Tinggal Puing-puing
TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Mohammad Ardi (kemeja putih), Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur kini terduduk lesu melihat kantornya ludes terbakar, Kamis (6/7/2017). 

TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Muh Ardi Prasetyawan hanya berdiri kaku saat melihat kantornya tinggal puing-puing setelah dilalap si jago merah.

Dia berdiam mematung persis di depan kantor dimana pejabat eselon ini setiap hari bertugas. Pria ini terus berdiri ditemani beberapa pegawai dan kepala bidang.

Menurut pengakuan pegawainya, Ardi berdiri gemetar.

"Pucat dan hanya bisa diam menatap kantornya yang hangus," kata pegawai Disperindag.

Orang nomor satu di Disperindag itu tiba di kantornya pukul 05.30. Dengan mengenakan baju kotak-kotak putih, dia sudah melihat kantornya dilalap api.

Dia juga menjadi saksi saat perlahan api membumbung dan menghanguskan bangunan gedung A dua lantai itu. Tidak satu pun kata yang keluar dari pejabat ini.

Petugas polisi yang datang ke lokasi juga melihat sendiri bahwa Kepala Disperindag itu gemetar dan kaku menatap kantornya yang ludes terbakar.

"Ditanya wartawan apa pun tak bisa menjawab. Hanya menatap lemas kantornya yang terbakar," kata petugas Polsek Wonocolo Surabaya yang datang ke lokasi kebakaran lebih dulu.

Ardi terus menatap kaku selama lebih dari 30 menit. Bagaimana mobil PMK keluar masuk dan petugas menyemprotkan air melalui selang besar disaksikan Ardi.

Suara gemeretak kayu dan bahan yang terbakar juga disaksikan Kadis Ardi. Selama sekitar satu jam, Ardi terus menjadi saksi runtuhnya bangunan atap kantornya.

Baca: Usai Api Dipadamkan, Ada Asap Lagi di Gudang Peralatan Olahraga Pesapen, Kebakaran Lanjutan?

Tidak kuat karena terus berdiri, Ardi pun mencari tempat duduk. Kebetulan di depan Gedung Verifikasi atau Gedung B ada kursi panjang. Bersama pegawainya Ardi pun duduk.

Kembali, pria ini hanya menatap kaku kantornya yang dilalap di jago merah. Kadis ini menyaksikan hingga api berhasil dipadamkan petugas.

Setelahnya sekitar pukul 08.00, Ardi pun memilih naik ke Gedung B. Dia masuk kerja. Dia sudah lama menyaksikan runtuhnya gedung yang kini menyisakan puing. (Surya/Faiq nuraini)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help