TribunJatim/

Sempat Rasakan Kaku Rahang, Pria Ini Sabet Juara Lomba Beatbox Hingga 5 Kali di Berbagai Kota

Habib R A (19) mahasiswa teknik elektro Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Minggu (9/7/2017) tampak memainkan musik ala disk joki (DJ) di Taman

Sempat Rasakan Kaku Rahang, Pria Ini Sabet Juara Lomba Beatbox Hingga 5 Kali di Berbagai Kota
TRIBUNJATIM.COM/TRIANA KUSUMA
Surabaya Beat Box Community atau SB2C sedang menunjukan penampilannya di Car Free Day (CFD) Taman Bungkul Jalan Darmo Surabaya, Minggu (9/7/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Habib R A (19) mahasiswa teknik elektro Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Minggu (9/7/2017) tampak memainkan musik ala disk joki (DJ) di Taman Bungkul Surabaya.

Bukan mengguunakan alat turntable, Habib dan teman-temannya di Surabaya Beat Box Community atau disingkat SB2C hanya menggunakan mulut mereka.

"Awalnya itu liat youtube terus tertarik belajar beatbox," ujar Habib

Habib tidak pernah mengikuti les atau kursus tertentu dalam belajar beatbox, ia mengaku belajar secara otodidak mengandalkan youtube saja.

Baca: Ada Suara Musik DJ di Taman Bungkul, Tapi Kok Nggak Ada Alat Turntablenya? Ternyata . . .

Pada awal 2013 Habib mengaku sudah tertarik dengan dunia beatbox, tapi saat itu dirinya belum bergabung dengan SB2C baru pada tahun 2015 setelah memiliki basic beatbox ia bergabung menjadi anggota hingga sekarang.

"Dulu masih belum Pede buat gabung, jadi belajar dulu dari youtube baru setelah tahun 2015 gabung sama SB2C," ujar Habib beatboxer asli Surabaya.

Selama menekuni hobinya dia juga sering mengikuti berbagai lomba beatbox baik di Surabaya atau di luar kota seperti Yogyakarta, Bandung, Mojokerto, dan ia sempat lima kali menjuarai perlombaan yang ia ikuti.

Saat ditanya apa kesulitan selama menjadi beatboxer, ia mengaku pernah merasakan kaku di rahangnya.

Habib juga mengatakan jika dalam menjadi beatboxer harus pandai mengolah nafas.

Menurut Wikipedia beatbox merupakan bentuk seni yang mengfokuskan diri dalam menghasilkan bunyi-bunyi ritmis dan ketukan drum, instrumen musik, maupun tiruan dari bunyi-bunyian lainnya, khususnya suara turntable, melalui alat-alat ucap manusia seperti mulut, lidah, bibir, dan rongga-rongga ucap lainnya.

Baca: Bukal Hanya Soal Cari Uang, Pembatik Eks Lokalisasi Dolly Jadikan Kegiatannya Sebagai Luapan Emosi

Penulis: Triana Kusumaningrum
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help