TribunJatim/
Home »

Jatim

Edan, Renovasi Plafon dan Lantai Balai Kota Blitar Habiskan Dana Setara Mobil Alphard

Pemkot Blitar sedang merenovasi plafon dan lantai gedung Balai Kota Blitar. Rencananya, plafon Balai Kota diganti gypsum dan lantai keramik diganti de

Edan, Renovasi Plafon dan Lantai Balai Kota Blitar Habiskan Dana Setara Mobil Alphard
Surya/ Samsul Hadi
Sejumlah pekerja sedang memperbaiki plafon gedung Balai Kota Blitar, Senin (17/7). Pemkot Blitar menyiapkan anggaran Rp 900 juta untuk renovasi plafon dan lantai gedung itu. 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pemerintah Kota Blitar sedang merenovasi plafon dan lantai gedung Balai Kota Blitar. Rencananya, plafon Balai Kota diganti gypsum dan lantai keramik diganti dengan granit. Pelaksanaan renovasi itu menghabiskan dana Rp 900 juta dari APBD Kota Blitar tahun anggaran 2017.

Pantauan di lokasi, Senin (17/7/2017), menunjukkan proses renovasi mulai dilaksanakan. Sejumlah pekerja terlihat sedang memperbaiki plafon gedung. Sebagian plafon sudah dilepas dan diganti dengan plafon baru dari gypsum.

Seorang pekerja, Rudiyanto, mengatakan proses pengerjaan renovasi sudah dimulai sepekan ini. Sementara ini para pekerja lebih dulu memperbaiki bagian plafon. Menurutnya, sebagian plafon sudah rusak karena terkena rembesan air dari atap yang bocor. “Plafonnya diganti gypsum,” katanya.

Setekah pengerjaan plafon selesai, pekerja baru akan memperbaiki lantai. Sekarang lantai Balai Kota berbahan keramik. Kondisi keramik masih bagus. Keramik bagian belakang dan di sejumlah ruang berwarna krem. Sedangkan keramik di bagian depan atau lobi Balai Kota berwarna merah. Rencananya, bahan lantai dari keramik itu akan diganti granit.

“Lantainya diganti granit,” ujar Rudianto.

Berdasarkan laman sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kota Blitar menyebutkan anggaran pelaksanaan renovasi gedung Balai Kota mencapai Rp 900 juta atau tepatnya Rp 900.700.000. Proses lelang sudah dilakukan sejak awal Juni 2017.

Wakil Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan palfon dan keramik Balai Kota memang sudah waktunya diganti.

Kondisi plafon sudah banyak yang rusak. Begitu juga dengan lantai kondisinya sudah kusam. Tetapi, ia tidak menjelaskan detail bahan apa saja yang akan dipasang untuk plafon dan lantai.

“Kalau soal detaik teknisnya ke Bagian Umum saja,” kata Santoso.

Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Agus Zunaedi mengingatkan Pemkot agar lebih jeli dalam mengawasi proses renovasi plafon dan lantai gedung Balai Kota. Fungsi konsultan pengawas proyek itu harus maksimal. Jangan sampai proses renovasi tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan.

Baca: Oknum Lapas yang Jadi Kurir Narkoba Ternyata Sudah Lama Bekerja Sebagai Pegawai Pemasyarakatan

“Selama ini fungsi konsultan pengawasnya yang mlempem. Makanya banyak proyek yang tidak sesuai standar pengerjaannya,” kata politikus PPP itu.

Paling baru, ia mencontohkan pengerjaan proyek saluran air di Jl Ciliwung. Pengerjaan proyek saluran air itu terkesan asal-asalan. Pekerja tidak menggunakan alat molen untuk mencampur adonan material proyek. Dewan sempat menghentikan pengerjaan proyek tersebut.

“Jangan sampai hal seperti itu terulang lagi di proyek-proyek selanjutnya,” ujar Agus. (Surya/ Samsul Hadi)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help