TribunJatim/
Home »

Jatim

Fasilitas Sekolah Belum Mendukung, Sekolah di Blitar Mulai Terapkan 5 Hari Sekolah

Para siswa SMP negeri di Kota Blitar mulai mengikuti program lima hari sekolah, Senin (17/7/2017).Para siswa menyambut program lima hari sekolah denga

Fasilitas Sekolah Belum Mendukung, Sekolah di Blitar Mulai Terapkan 5 Hari Sekolah
Surya/ Samsul Hadi
Suasana di SMPN 3 Kota Blitar pada hari pertama masuk sekolah, Senin (17/7). Mulai hari ini, para siswa SMP negeri di Kota Blitar mulai mengikuti program lima hari sekolah. 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Para siswa SMP negeri di Kota Blitar mulai mengikuti program lima hari sekolah, Senin (17/7/2017).Para siswa menyambut program lima hari sekolah dengan pendapat yang beragam, sebagian siswa senang dan sebagian lagi kurang setuju.

Seperti yang diungkapkan Putri Intan (14), siswa kelas dua SMPN 3 Kota Blitar. Siswi asal Jl Jati Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar, itu sebenarnya kurang setuju dengan program lima hari sekolah. Kalau boleh memilih, ia lebih suka enam hari sekolah, pulang pukul 13.30 WIB.

Ia belum terbiasa pulang sekolah hingga sore. Dalam program lima hari sekolah siswa pulang paling lambat pukul 15.00 WIB.

“Lebih suka enam hari sekolah, pulang pukul 13.30 WIB,” kata Putri.

Selain itu, Putri juga mengikuti les di luar sekolah. Ia mulai les pukul 15.00 WIB. Kalau pulang sekolah sore, ia akan kebingungan mengatur jadwal les. Ia tetap bisa ikut les tapi waktu berangkatnya terburu-buru. Sepulang sekolah, ia harus langsung menuju ke tempat les.

“Kalau seperti itu kan capek,” ujarnya.

Pendapat berbeda dikatakan siswa lain, Yuanita Nirmala Putri (14). Siswi kelas dua SMPN 3 Kota Blitar itu malah suka dengan program lima hari sekolah. Dengan program lima hari sekolah, ia memiliki waktu libur lebih panjang, dua hari Sabtu dan Minggu.

“Enak lima hari sekolah, Sabtu dan Minggu libur. Tidak masalah sekolah sampai sore, nanti pas libur bisa lama istirahatnya,” katanya.

Seorang wali murid, Ririn Rikawanti (40), mengaku kurang setuju dengan program lima hari sekolah. Sebab, dengan lima hari sekolah, putranya yang masih kelas tiga SMP akan pulang sore. Padahal, tiap hari putranya juga ikut sekolah mengaji di TPQ.

“Sekolah TPQ-nya mulai pukul 15.00 WIB. Waktunya akan mepet. Makanya saya kurang setuju dengan program lima hari sekolah,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help