TribunJatim/

Limbah Beracun yang Cemari Sungai Romokalisari Sangat Bahaya, Laboratorium Menolak Mengujinya

Mengkhawatirkan! Pencemaran yang akut di Sungai Romokalisari Surabaya benar-benar menjadi bom waktu warga sekitar.

Limbah Beracun yang Cemari Sungai Romokalisari Sangat Bahaya, Laboratorium Menolak Mengujinya
TRIBUNJATIM.COM/SUNDAH BAGUS WICAKSONO
Warga mengeluarkan sebagian cairan warna cokelat kemerahan dari dalam kontainer ke dalam botol bekas air mineral pada Kamis (13/7/2017) malam. cairan berbau menyengat itu diduga merupakan limbah cair yang sengaja dibuang di sungai kawasan Rusunawa Romokalisari, Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kondisi sungai dekat Rusunawa Romokalisari pasca pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) akhir pekan lalu hingga saat ini belum kembali normal.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, tingkat keasaman di sungai yang tercemar itu masih tinggi.

Untuk tingkat keasaman per sore kemarin masih 14. Sedangkan pagi ini, Senin (17/7/2017), ph atau keasaman sungai masih 7,2.

Sedangkan untuk kadar oksigen terlaut atau dissolved oxygen (DO), sempat hanya 0, dan saat ini sudah merangkak naik ke angka 1.

“Besok akan kita lakukan pengecekan lagi. Intinya di sana kadar ph dan DO nya masih belum normal. Harusnya kalau ph di bawah tujuh lah. Sedangan untuk DO normalnya dua sampai tiga,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Musdik Ali Suhudi.

Baca: Gus Ipul Sebut Pembuangan Oli Sembarangan di Romokalisari Tegaskan Jatim Darurat Limbah B3

Angka oksigen terlarut tersebut menunjukan kemampuan ekosistem untuk mendapatkan oksigen dari dalam air. Termasuk ikan dan juga biota yang ada di dalam air yang lain.

Disampaikan Musdik, lantaran kondisi air sungai masih belum normal, pihaknya masih meminta mobil Pemadam Kebakaran untuk melakukan penyemprotan ke sungai.

“Sampai saat ini dan juga besok akan kita lakukan pemantauan dengan radius tujuh titik di sekitar tempat pembuangan limbah. Untuk mengetahui perkembangannya seperti apa,” ulasnya.

Namun yang jelas, disampaikan Musdik, saat ini bau di sana sesekali masih terasa menyengat. Dimungkinkan masih ada cairan limbah yang nyangkut di dedaunan sekitar sungai.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help