TribunJatim/

Limbah di Kali Surabaya Paling Banyak Bukan Berasal dari Industri

Kualitas air Kali Surabaya sendiri, kata Musdik termasuk kelas 2 dalam artian ideal berdasarkan proses sampling yang dilakukan tiga kali dalam...

Limbah di Kali Surabaya Paling Banyak Bukan Berasal dari Industri
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Seorang pencari cacing santai berenang melewati tumpukan popok bayi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Limbah domestik dari rumah tangga maupun industri rumah tangga menduduki posisi teratas sebagai penyumbang limbah di kali Surabaya.

Disampaikan Musdik Ali Suhudi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya saat membicarakan perihal limbah kali Surabaya.

Musdik mengatakan dari hasil pengamatan DLH persentase penyumbang limbah terbesar dari industri rumah tangga dan domestik mencapai 76 persen.

Penyumbang limbah dari industri besar sepanjang Kali Surabaya hanya 17 persen dan sisanya dari sumber lain-lain.

"Meskipun industri kecil tapi limbahnya tetap saja kimia dan mereka belum ada pengelolaan limbahnya atau IPAL," jelas Musdik di balai kota Surabaya pada Senin (17/7/2017).

Baca: Meski Wewenangnya Ada di Pemprov, DLH Kota Tak Mau Lepas Tangan dari Masalah Kali Surabaya

Kualitas air Kali Surabaya sendiri, kata Musdik termasuk kelas 2 dalam artian ideal berdasarkan proses sampling yang dilakukan tiga kali dalam satu tahun.

Itu artinya air yang masuk kota Surabaya kualitasnya kurang ideal sebab semakin ke hilir kualitasnya dapat semakin menurun.

Hal tersebut dijelaskan Musdik berusaha ditekan oleh DLH maupun dinas terkait supaya kadar pencemaran di Surabaya tidak semakin memperburuk kualitas air.

Usaha menekan pencemaran dengan melakukan pengawasan serta penataan daerah bantaran sungai yang sudah berjalan di Surabaya.

DLH juga segera memperuntin edukasi masyarakat bahaya pencemaran air sungai.

Selain itu, untuk upaya jangka panjang, Pemerintah Kota berencana membuat IPAl pusat.

"Rencananya segera membuat IPAL pusat, tapi butuh waktu yang lama karena biayanya mahal," kata Musdik

Baca: Ada yang Bawa Limbah Popok Bayi ke Balai Kota Surabaya, Begini Reaksi Pegawai Pemkot, Jijik!

Penulis: Nurul Aini
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help