TribunJatim/

Meski Wewenangnya Ada di Pemprov, DLH Kota Tak Mau Lepas Tangan dari Masalah Kali Surabaya

Kali Surabaya beberapa waktu ini menjadi sorotan besar sejak ditemukannya ratusan kilo limbah popok bayi di dalamnya.

Meski Wewenangnya Ada di Pemprov, DLH Kota Tak Mau Lepas Tangan dari Masalah Kali Surabaya
TribunJatim.com/Nurul Aini
Tim Evakuasi popok bayi lakukan susur sungai yang dimulai dari daerah Wringinanom Gresik hingga daerah Karangpilang Surabaya. 

Langkah pengambilan atau pembersihan limbah diambil sebab yang paling memungkinkan dilakukan.

Proses penggelontoran seperti halnya jika terjadi pencemaran zat kimia tidak dapat dilakukan sebab limbah popok bayi tidak dapat digelontorkan.

Baca: 2,5 Kuintal Popok Bayi Ditemukan di Kali Surabaya Dalam 3 Hari, Berikut Sederet Foto-fotonya!

"Terkait popok kita tidak bisa melakukan penggelotaran, jadi kita memang harus melakukan pengambilan. Kami lakukan yustisi lebih sering bekerja sama dengan pihak terkait," jelas Musdik, Senin (17/7/2017).

Selain itu pada hari Rabu DLH akan telah mengagendakan rapat dengan provinsi untuk mencari jalan keluar.

Dalam pemberitaan sebelumnya lembaga ekologi dan konservasi lahan basah (ecoton) melakukan protes dengan membawa popok bayi hasil evakuasi dari kali Surabaya.

Banyaknya limbah popok bayi di Kali Surabaya mempengaruhi kualitas air sungai dan ekologi yang hidup didalamnya.

Baca: VIDEO: Ada yang Bawa Limbah Popok Bayi ke Balai Kota Surabaya, Jijik!

Penulis: Nurul Aini
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help