TribunJatim/

Nikmati Keindahan Alam dan Goa Sriti, Alternatif Baru Wisata Alam di Jombang, Buktikan

Sebuah alternatif baru bagi warga untuk menikmati keindahan alam di Kabupaten Jombang ditemukan di Kecamatan Wonosalam, sebuah dataran tinggi berhawa

Nikmati Keindahan Alam dan Goa Sriti, Alternatif Baru Wisata Alam di Jombang, Buktikan
Surya/Sutono
Pengunjung berfoto di areal Goa Sriti, lereng pengunungan Anjasmoro, Kecamatan Wonosalam, Jombang. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Sebuah alternatif baru bagi warga untuk menikmati keindahan alam di Kabupaten Jombang ditemukan di Kecamatan Wonosalam, sebuah dataran tinggi berhawa sejuk di lereng Gunung Anjasmoro.

Alternatif destinasi wisata alam baru tersebut berupa Goa Sriti yang tepatnya berlokasi di Dusun Sidolegi, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, sekitar 30 kilometer arah tenggara dari Kota Jombang.

Goa ini mulai ramai dikunjungi warga. Uniknya, destinasi wisata alam baru ini dikelola oleh masyarakat setempat. Warga secara bergotong-royong berupaya ‘menghidupkan’ Goa Sriti.

Semula tidak ada akses jalan menuju lokasi. Kondisi mulut goa juga tertutup rerumputan, dan akar pepohonan dan labirin. Warga kemudian bergotong royong membuka jalan setapak bertangga menuju goa.

Hasilnya, goa tersebut kini menjadi alternatif wisata alam baru yang mulai banyak dikunjungi masyarakat. Tak hanya dari Jombang, melainkan juga dari luar Jombang. Seperti Mojokerto, Kediri, Nganjuk, bahkan Malang.

Goa yang baru ditemukan warga sekitar 10 bulan lalu itu, berada di lereng Pegunungan Anjasmoro. Untuk mencapai goa, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 20 menit dari lokasi parkir kendaraan.

Dalam perjalanan menuju goa, wisatawan bisa menikmati keindahan alam pegunungan. Bahkan bisa melihat aliran sungai jernih di bawahnya dari jalan yang dibangun warga tersebut.

Dadang Hariyanto, sseorang pemandu mengatakan, dibukanya wisata baru itu murni inisiatif warga setempat. Mereka juga yang kemudian melengkapi dengan berbagai fasilitas dan mengelolanya.

Baca: Wooww, Ribuan Penggemar Burung Ikuti Lomba Kicau Burung Yang Digelar Kodim Bangkalan

“Kami yang membuat jalan setapak menuju lokasi goa. Kemudian kami juga membangun tempat-tempat untuk selfie bagi pengunjung yang berada di batang pohon. Ada tempat duduk untuk santai menikmati suasana pegunungan,” ujar Dadang Hariyanto, kepada Surya, Minggu (16/7/2017).

Dadanng menjelaskan, goa dengan ukuran cukup besar ini memiliki ruang-ruang yang kedalamannya masih perawan alias belum pernah dijamah manusia.

“Dinamakan Goa Sriti karena banyak terdapat sarang burung sriti di dalamnya. Di dalamnya juga dua ruang khusus untuk semedi. Itu ada bekas pembakaran dupa dan kemenyan,” jelas Dadang, menunjukkan ruang semedi di dalam goa.

Untuk sementara ini, wisatawan yang berkunjung ke Goa Sriti masih digratiskan atau tidak dipungut biaya. Pengunjung hanya dipungut jasa parkir Rp 5000 untuk setiap kendaraan.

Dadang dan beberapa warga setempat justru merasa khawatir, kelak destinasi ini diambil alih oleh pemerintah, sehingga pemasukan bagi warga akan berkurang.

“Ya, itu yang kami khawatirkan. Jangan-jangan setelah pengunjung banyak, pemerintah mengambil alih. Padahal saat kami membangun fasilitas di sini, pemerintah tak mau tahu,” tandas Dadang.(Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help