TribunJatim/

Wali Kota se-Indonesia Kumpul di Kota Malang, Dishub Tiba-tiba Buat Kebijakan Aneh Demi Pencitraan

Kamuflase! Demi tujuan sesaat, Dinas Perhubungan Kota Malang buat kebijakan untuk pencitraan.

Wali Kota se-Indonesia Kumpul di Kota Malang, Dishub Tiba-tiba Buat Kebijakan Aneh Demi Pencitraan
SURYA/SRI WAHYUNIK
Para sopir angkot di Kota Malang saat melakukan aksi mogok, Rabu (8/3/2017) memprotes kebijakan Pemkot setempat. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemkot Malang membuat kebijakan agak aneh dalam pelaksanaan pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Malang.

Selama pelaksanaan Apeksi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyatakan, tidak ada kenaikan tarif angkot maupun parkir.

Kepala Dishub Kota Malang Kisnadi mengatakan, himbauan tersebut sudah disampaikan dan diberitahukan kepada para koordinator jukir.

"Tidak boleh lebih dari ketentuan," tegasnya, Senin (17/7/2017).

Baca: Bekali Siswa Baru, Wali Kota Malang Pilih Nasehat Religius ini

Selain itu, para sopir angkot juga dilarang menaikkan tarif dan dilarang ngetem di sembarang tempat. Karena khawatir bisa menimbulkan kemacetan.

Ketika semua wali kota se Indonesia hadir di Kota Malang, dirinya, kata Kisnadi tidak ingin ada kesan buruk yang akan dibawa pulang oleh para tamu tersebut terkait persoalan lalu lintas di Kota Malang.

"Makanya, mereka juga saya harapkan ikut menertibkan," tegasnya, memastikan.

Baca: Orientasi Hari Pertama Masuk Sekolah, Inilah Tugas Berat yang Bikin Siswa di Surabaya Kelimpungan

Kusnadi menambahkan, ada rekayasa lalu lintas di titik pusat kegiatan Apeksi. Rekayasa itu mulai berlaku esok, Selasa (18/7/2017). Rekayasa dilakukan untuk menghindari kemacetan.

Ada sekitar 60 personil Dishub yang diturunkan. Sehingga tidak ada petugas yang tersisa di kantor dinas ketika Apeksi digelar.

"Semuanta habis," tandasnya. (Surya/Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help