TribunJatim/

139 PKL di Jalan Raya Dupak Surabaya Ditertibkan, Tujuannya Ini

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, giat penertiban PKL di sepanjang Jalan Raya Dupak pada Selasa (18/7/2017), dilakukan dalam r

139 PKL  di Jalan Raya Dupak Surabaya Ditertibkan, Tujuannya Ini
surya/Fatimatuz Zahroh
Saluran Babatan bersedimen tinggi menjadi alasan penertiban 139 stan PKL di Jalan Raya Dupak oleh Satpol PP Kota Surabaya, Selasa (18/7/2017 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, giat penertiban PKL di sepanjang Jalan Raya Dupak pada Selasa (18/7/2017), dilakukan dalam rangka normalisasi saluran.

Total ada sebanyak 139 stan PKL yang ditertibkan. Mereka selama ini berjualan di atas saluran sehingga mengganggu proses normalisasi.

"Penertiban ini dilakukan karena Pemkot mau melakukan normalisasi saluran Babatan. Ini saluran sekunder, yang konek dengan saluran Demak, Dupak, Kranggan sampai kawasan jalan Semarang," ucap Irvan Widyanto di sela penertiban.

Irvan Widyanto menyebutkan saluran di titik ini harus dinormalisasi agar aliran di empat saluran di sana bisa lancar dan tidak terjadi genangan. Sebab di kawasan empat saluran tersebut sering tersumbat dan menyebabkan banjir.

"Total ada sebanyak 139 stan. Kebanyakan dari mereka langsung melakukan pembongkaran sendiri kami membantu untuk mengangkut barang-barang mereka," kata Irvan Widyanto.

Baca: 40 Tahun Jualan, PKL Dupak Ditertibkan Padahal Perbulan Sudah Bayar Iuran

Menurutnya sebelum waktu penertiban hari ini Satpol PP sudah melakukan sosialisasi. Bahkan sejak dua tahun lalu Dinas PU Bina Marga dan Pematusan sudah meminta untuk melakukan penertiban.

"Sejak itu kami sudah melakukan pendekatan, secara humanis. Tapi saat itu masih ada kendala jadi belum bisa melakukan penertiban," ucap Irvan Widyanto.

Sejak satu tahun lalu pihak Satpol PP sudah memberikan kesempatan pedagang untuk persiapan. Termasuk mencari tempat jualan baru. Sebab Pemkot tidak menyediakan tempat relokasi.

Tak kurang ada 20 mobil satpol PP dan Linmas yang dikerahkan untuk membantu pengangkutan barang. Pedagang di lokasi tidak ada yang melakukan perlawanan.

Selain itu tiga unit sekavator juga didatangkan langsung untuk melakukan pengerukan saluran di tempat yang sudah ditertibkan stan PKLnya.

"Ini paralel. Begitu bersih, alat berat langsung melakukan pengerukan saluran. Jadi tidak ada yang akan berjualan di sini," tandas Irvan.

Di sisi lain, Camat Bubutan Eko Dwi Kaja menyebutkan, saluran Babatan memang menjadi kunci untuk mengatasi genangan di banyaj titik di Surabaya utara.

"Sedimennya memang sudah tebal. Mulanya saluran ini dalamnya tiga meter. Sekarang dua meter sedimennya dan saluran tidak bisa mengalirkan air," ucap Eko di lapangan. (Surya/Fatimatuz Zahroh)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help