TribunJatim/

40 Tahun Jualan, PKL Dupak Ditertibkan Padahal Perbulan Sudah Bayar Iuran

Hasimah, pemilik lapak di Jalan Raya Dupak Surabaya tampak lesu duduk di atas kursi plastik, Selasa (18/7/2017). Ia duduk sembari menunggui suaminya

40 Tahun Jualan, PKL Dupak Ditertibkan Padahal Perbulan Sudah Bayar Iuran
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Satpol PP membongkar kios penjual kayu di kawasan Jalan Dupak, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Selasa (18/7/2017)pagi. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hasimah, pemilik lapak di Jalan Raya Dupak Surabaya tampak lesu duduk di atas kursi plastik, Selasa (18/7/2017).

Ia duduk sembari menunggui suaminya membongkar lapak semi permanen miliknya.

Sementara di sekitarnya tampak ratusan petugas Satpol PP ikut membantu membongkar stan-stan PKL yang berdiri di atas saluran air.

Selama 40 tahun jualan kayu eceran di titik tersebut, Hasimah mengaku tak menyangka jika akhirnya harus ditertibkan dan tidak diberi ganti rugi.

"Saya sudah di sini 40 tahun. Saya paling lama di sini," ucap Hasimah.

Ia kecewa karena Pemkot harus menertibkan lapak tempatnya jualan. Terlebih mereka tidak diberi tempat relokasi untuk berjualan.

Setiap bulan bahkan dirinya dan penjual lain sudah membayar iuran sewa tempat pada pengurus paguyuban pedagang di Jalan Raya Dupak.

Baca: VIDEO: Relokasi Sentra Penjualan Kayu, 139 Kios Dibongkar Pemiliknya dan Satpol PP

"Setiap bulan bayar sewa. Rp 60 ribu per bulannya. Untuk apa saya juga nggak tau. Pokoknya bayar segiu sebulan," ucap Hasimah.

Namun ia mengakui bahwa selama berjualan di sini tidak ada izin resmi. Ia membuka lapak seluas tujuh meter kali enam meter sudah sejak generasi orang tuanya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help