TribunJatim/

Mahasiswa Kedokteran UWKS Simulasikan Keadaan Pasien Melalui Manekin

Teknologi saat ini semakin berkembang, termasuk dalam bidang pendidikan kedokteran. Seperti penggunaan manekin dalam skill lab yang akan digunakan Fak

Mahasiswa Kedokteran UWKS Simulasikan Keadaan Pasien Melalui Manekin
surya/ Sulvi Sofiana
Ketua Skill Lab FK UWK, dr Panji Muljono Sp PD KEMD menjelaskan penanganan pada manekin Noelle maternal and neonatal simulator di lab skill FK UWKS,Selasa (18/7/2017). 

TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Teknologi saat ini semakin berkembang, termasuk dalam bidang pendidikan kedokteran. Seperti penggunaan manekin dalam skill lab yang akan digunakan Fakuktas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) mulai tahun ajaran ini.

Manekin tersebut sudah layaknya manusia, memiliki beberapa reaksi mulai dari suara hingga gerak layaknya manusia. Manekin keluaran terbaru ini bahkan masih dimiliki Universitas Indonesia dan UWKS.

Ketua Skill Lab FK UWK, dr Panji Muljono Sp PD KEMD menjelaskan dalam laboratorium ini terdapat 2 jenis manekin. Yaitu Manekin smart start simulator dan manekin Noelle maternal and neonatal simulator. Manekin smart start simulator ini digunakan untuk simulasi pasien kegawat daruratan.

“Kalau kedaruratan, simulasi disetting melalui gadget untuk memberikan kasus yang diinginkan. Misal suara sesak nafas yang memiliki berbagai macam suara, dokterRharus bisa mengenali jenis suaranya untuk menentukan penanganannya,”jelasnya pada SURYA.co.id,Selasa (18/7/2017).

Sementara itu manekin Noella maternal merupakan manekin simulasi kondisi ibu hamil yang mau melahirkan. Sehingga bisa disimulasikan kondisi bayi melintang, plasenta tidak normal ataupun pendarahan. Manekin noella maternal ini juga dilengkapi manekin neonatal simulator yaitu manekin bayi.

“Nanti bisa disimulasikan bayi yang tidak menangis saat dilahirkan sampai bisa menangis dengan tindakan apa,” lanjutnya.

Penggunaan lab ini, akan dijadikan praktek klinis pagi mahasiswa yang sudah mendapat dasar teori penyakit. Kemudian para dosen yang juga dokter spesialis yang akan membuat simulasi dengan pengaturan manekin melalui komputer.

“Nanti dokter spesialis yang dilatih untuk membuat simulator. Mulai dari pesialis obgyn, spesialis anak, spesialis jantung dan paru. Selama 3 hari dilatih untuk bisa membuat simulasi dan bahan ajar terbaru yang tidak ketinggalan teknologi,” pungkasnya.

Baca: Ustaz Syam Ceramah di TV Sebut Ada Pesta Seks di Surga, Netter Dibuat Gregetan, Ini Reaksi KPI

Prof dr Soedarto STMH Phd, dekan FK UWKS menambahkan penambahan skill lab merupakan tuntutan dari peningkatan kualitas lulusannya. Apalagi peraturan di dikti sangat tegas. Misalkan tentang batasan yudisium harus 2,5 minimumnya. Batas masa studi di proram sarjana kedokteran ada batas hingga 14 semester.

“Jika mahasiswa kami dilatih dengan baik, nantinya mereka akan lebih mudah untuk terjun di masyarakat. Di puakesmas ataupun rumah sakit daerah,” ujarnya.

Apalagi untuk mahasiswa jika di rumah sakit beluk tentu bisa terlibat dalam penanganan kedaruratan ataupun obgyn. Iapun berharap dengan menambah bekal kualitas lulusannya akan mempercepat serapan lulusannya. (18/7/2017). (Surya/ Sulvi Sofiana)

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help