TribunJatim/

Kasus Limbah Beracun Romokalisari Kini Ditangani Polda Jatim, Alamat Pengimpor Ternyata Fiktif

Setelah dilakukan penyidikan oleh Polda Jatim, ternyata alamat pengimpor limbah beracun yang dibuang ke Rusunawa Romokalisari fiktif.

Kasus Limbah Beracun Romokalisari Kini Ditangani Polda Jatim, Alamat Pengimpor Ternyata Fiktif
TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Tong bertuliskan Bahaya, Limbah B3 dibawa anggota Ecoton saat gelar aksi mengingat kasu pembuangan limbah di sungai Rusunawa Romokalisari Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasca pembuangan limbah beracun di Rusunawa Romokalisari Surabaya, kini kasus yang awalnya ditangani oleh Polrestabes Surabaya tersebut tengah dialihkan ke Polda Jatim untuk penyelidikan yang lebih intensif.

"Sudah positif ya. Jadi itu didatangkan dari Jakarta, tapi positif lagi dari luar negeri," ungkap Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada TribunJatim.com, Senin (31/7/2017).

Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan bila hal tersebut dikarenakan di Indonesia banyak akses untuk masuk.

( Ecoton Minta Polda Jatim Kembalikan Bukti Limbah B3 di Sungai Romokalisari ke Korea )

"Banyak tempat masuk dan kami sudah mengantongi namanya. Satu hal bahwa pintu masuk itu (limbah) di Indonesia melalui instansi tertentu dan hanya satu pintu," lanjutnya.

Kemudian, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan langkah yang telah dilakukan Polda Jatim yakni memeriksa distribusi limbah yang berasal dari Lampung.

"Sayangnya, orang-orang yang memesan limbah adalah orang-orang yang fiktif," ujar Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Sebab, lanjutnya, semua alamat rumah pengimpor usai dicek ternyata tidak ada alias fiktif, baik di Lampung maupun Sidoarjo.

( Bea Cukai Akui Limbah yang Dibuang di Sungai Rusunawa Romokalisari Masuk Lewat Pabeannya )

Halaman
1234
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help