TribunJatim/

Ini Pesan Taat Pribadi Untuk Para Pengikutnya

Terpidana kasus pembunuhan Ismail Hidayah, eks pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, T

Ini Pesan Taat Pribadi Untuk Para Pengikutnya
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Terpidana kasus pembunuhan Ismail Hidayah, eks pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Taat Pribadi sempat mnyampaikan pesan kepada para pengikutnya.

Hal itu disampaikannya saat ditemui Surya di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Selasa (1/8/2017) siang. Saat itu, Taat menyampaikan kepada para pengikutnya untuk tetap melanjutkan aktivitas padepokan.

“Apapun hasilnya persidangan nanti, saya berharap para pengikut tetap melanjutkan perjuangan padepokan,” katanya saat ditemui sebelum persidangan.

Ia menjelaskan, padepokan itu milik umat. Menurutnya, padepokan bisa ditempati siapa saja. Kata dia, pengikut tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Namun, ia meminta kepada para pengikut untuk tidak membuat gaduh padepokan.

“Lanjutkan perjuangan saya, kalau semisal saya tetap diputus bersalah. semisal saya dijatuhi hukuman penjara, saya tetap akan berjuang untuk tetap bisa bebas dan kembali ke padepokan,” jelasnya.

Baca: Begini Kronologis Kasus yang Menjerat Dimas Kanjeng Sampai Divonis 18 Tahun Penjara

Ia mengaku sangat rindu akan suasana padepokan. Ia merindukan masa-masa berkumpul dengan para pengikutnya dan mengaji bersama. Ia tidak melarang, siapapun yang tinggal di padepokan.

“Jaga dan rawat padepokan selama saya berjuang dalam proses hukuman ini. Urus semua yang ada di padepokan, karena sebenarnya apa yang ada di padepokan itu milik umat,” terangnya.

Kondisi berubah setelah Taat divonis Majelis Hakim bersalah atas keterlibatannya dalam pembunuhan Abdul Gani. Hakim memvonis Taat terbukti melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana Jo pasal 55.

Surya.co,id sempat mewancarai salah satu pengurus padepokan di PN Kraksaan. Dia adalah Sulton. Ia mengaku sudah melakukan aktivitas di padepokan selama ini sesuai dengan ajaran yang pernah disampaikan yang mulia (sebutan Taat Pribadi di Padepokan).

“Sudah kami lakukan. Kami siap menjaga padepokan. Di Padepokan, kami (pengikut) juga belajar mandiri dan saling mengisi. Kami saling belajar bersama. Di sini, kami sudah seperti keluarga sendiri,” tandasnya.

Sayangnya, hingga siang ini, belum ada akses untuk masuk atau bahkan mendekat di padepokan dengan alasan keamanan. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help