TribunJatim/

Para Petani ini Komplotan Begal Spesialis Mobil Pikap, Aksinya Sadis dan Pandai Sulap Barang Bukti

Komplotan spesialis begal pikap ini benar-benar tak terduga gerakannya saat beraksi di banyak lokasi.

Para Petani ini Komplotan Begal Spesialis Mobil Pikap, Aksinya Sadis dan Pandai Sulap Barang Bukti
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Polres Pasuruan mengamankan dua dari empat tersangka komplotan pelaku begal spesialis mobil pikap, beserta barang buktinya, Senin (7/8/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan mengamankan dua dari empat tersangka komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Mereka adalah Khodir (35) warga Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepan, dan Sulton Nawawi (39) warga Dusun Krajan, Desa Tutur, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Pelaku diamankan di tempat terpisah. Khodir diamankan di Sapulante. Saat diamankan, dia sempat berusaha melarikan diri dan melawan polisi. Namun, akhirnya berhasil dilumpuhkan polisi dengan timah panas.

"Saat kami amankan, Khodir ini sedang fly. Dia sedang di bawah alam sadarnya karena terpengaruh sabu-sabu. Kami juga amankan barang bukti (bb) sabu seberat 0,5 gram dua poket," kata Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono, Senin (7/8/2017).

(Inilah Foto-foto Ekspresif Anjing Pitbull, Saat Terkam Bocah Hingga Tewas Sampai Dijinakkan Kembali)

Kedua, polisi juga mengamankan pelaku begal lainnya, Sulton di Kejayan. Berbeda dengan Khodir, saat diamankan Sulton tidak melawan ataupun melarikan diri.

Dua tersangka langsung diamankan ke Mako Polres Pasuruan. Dari keduanya, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, tiga mobil pikap, satu tangki penampung susu, senjata tajam (sajam) berupa pedang, dan linggis.

Kepada Surya, Raydian menjelaskan, penangkapan dua tersangka ini berdasarkan laporan korban.

Pada 1 Juli, Samsuri, warga Plaosan Timur, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan melapor bahwa mobil pikapnya dirampas empat orang tak dikenal di Jalanan Kampung Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Pasuruan.

"Dari laporan itu, kami mengembangkannya. Kami menyelidiki dan mempelajari kasus ini," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help